Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami, Jumat (28/9/2018), mengingatkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) agar berhenti “berbuat jahat” dan jangan sampai “melanggar garis merah Iran.”

Dia memastikan bahwa Iran dan Islam dimusuhi oleh pihak-pihak yang tak sanggup menyaksikan Iran aman sehingga mereka melakukan tindakan-tindakan “pengecut, zalim, dan buta sehingga terjadi aksi teror yang menyasar warga sipil dan para pembela sebuah negeri yang Islami.”

Salami pada sebuah pidato menjelang khutbah Jumat di Teheran mengatakan bahwa aksi teror seperti yang terjadi di Ahwaz, Iran barat daya, beberapa waktu sama sekali tidak menggentarkan bangsa Iran yang memandang kesyahidan sebagai kunci penyelesaian bagi banyak persoalan.

Dia mengutip pernyataan pendiri republik Islam Iran Imam Khomaini bahwa kesyahidan justru dapat menggairah kembali kehidupan dan kebangkitan.

Di bagian akhir dia menegaskan, “Peristiwa teror yang terjadi di kota Ahwaz telah menerangkan kepada kita keharusan menikmati kekuatan untuk bertahan eksis, karena sistem yang dominan di dunia kontemporer memaksa negara-negara lemah agar menyerah atau berbuat sesuatu yang menjurus pada kebinasaan dan kehancurannya.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*