iran_test_launch_reutersTeheran, LiputanIslam.com – Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menegaskan kesiapan pasukan elit Iran ini untuk menyongsong segala bentuk agresi militer asing terhadap Iran, termasuk apa lazim disebut Barat sebagai “serangan pre-emptif”.

Kepala Bidang Humas IRGC Jenderal Ramezan Sharif Selasa (22/4/2014) menegaskan hal tersebut sambil mengingatkan bahwa kekuatan militer Iran sudah sedemikian tangguh sehingga Baratpun terpaksa mengakui dan tak dapat memungkirinya.

“IRGC telah menaklukkan puncak sedemikian rupa di bidang militer dan pertahanan sehingga Baratpun mengakui keperkasaan dan kedigdayaan ini,” ujar Sharif.

Dia menambahkan bahwa IRGC memandang optimalisasi kapabilitas pertahanan dan keamanan sebagai tanggungjawab utamanya karena, menurutnya, semua pihak yang memusuhi revolusi Islam Iran tidak pernah berhenti mengincar kesempatan untuk menyerang wilayah Republik Islam Iran. “Kami tidak akan membiarkan mereka mengejutkan Iran dengan serangan pre-emptif,” tandas Sharif.

Tahun lalu,  Komandan Pasukan Operasi Basij (pasukan relawan) Kolonel Nosratollah Seif menyebutkan pesatnya kemajuan angkatan bersenjata Iran. Dia memastikan kekuatan militer negara ini sudah berkembang lebih dari 100 kali kekuatannya di masa perang melawan agresi Irak 1980 -1988.

“Militer Iran sudah mengalami perkembangan 100 kali lipat jika dibanding kondisinya selama delapan tahun Pertahanan Suci,” ujar Seif ketika berbicara tentang partisipasi Satuan Reaksi Cepat Basij dalam manuver militer bersandi “Menuju Baitul Maqdis” di Torbat Haidariah di kawasan timur laut Iran.

Dia menambahkan bahwa revolusi Islam Iran telah menjelma sebagai ancaman terbesar bagi kekuatan-kekuatan adidaya dunia.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Iran Gholam Hossein Shafeyee melaporkan peningkatan jumlah negara dunia yang menghubungi Iran untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan Teheran pasca pengesahan kesepatan Jenewa November tahun lalu.

“Pasca negosiasi awal sekarang kami merasakan atmosfir sudah jauh berubah dan  Republik Islam Iran mendapat sambutan luar biasa. Kami menyaksikan banyak kontak dan perundingan dengan negara-negara lain, dan menurut kami, proses ini akan berdampak positif pada kondisi hubungan ekonomi (Iran) dengan luar negeri,” papar Shafeyee Senin (22/4/2014).

Ketua Kamar Dagang Iran menambahkan bahwa kunjungan para pejabat Iran ke berbagai negara juga membuahkan banyak hasil positif di bidang perekonomian, termasuk pengesahan kontrak Teheran-Jakarta untuk pembangunan kilang minyak di Indonesia. “Sudah terbuka peluang lebar bagi perdagangan luar negeri kami, dan kami menilai trend ini positif,” ujar dia.

13 April lalu  pejabat senior Iran di bidang energi menyatakan Iran berencana membangun enam kilang minyak di Indonesia. Kepala Persatuan Eksportir Minyak, Gas dan Petrokimia Iran Hassan Khosrojerdi mengatakan, Iran akan membangun kilang minyak besar dengan kapasitas produksi 150.000 barel/hari, di samping lima kilang kecil dengan kapasitas produksi gas kondensat 30.000 sampai 50.000 barel/hari . (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*