iran hossein salamiTeheran, LiputanIslam.com –   Wakil Komandan Umum Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami menyatakan negaranya memiliki banyak arsenal rudal dan ratusan bungker panjang.

“Iran memiliki  banyak arsenal rudal dan ratusan bungker panjang yang sarat dengan rudal dan semuanya dalam kondisi siap ditembakkan demi membela martabat, kemerdekaan dan kebebasan bangsa Iran dan umat Islam di dunia,” ungkapnya dalam pidato menjelang khutbah dan shalat  Jumat (1/1/2016) di Teheran, sebagaimana dilansir Alalam.

Dia menambahkan, “Kita sudah belajar dari sejarah bahwa negara Islam manapun yang lemah pasti akan menjadi sasaran serangan, pendudukan, agresi dan penghinaan dari Amerika Serikat (AS), Inggris dan kaum arogan lainnya. Kita ingin tetap terhormat dan menjamin kehormataan dan kejayaan bagi bangsa Iran yang  besar serta bagi seluruh umat Islam di dunia… Iran sekarang menjadi tempat berlindung umat Islam dunia. Kita pantang menerima dikte kekuatan-kekuatan besar. Kita akan terus membangunan kekuatan kita dan berdiri menghadang ambisi-ambisi ekspansif mereka.”

Menyinggung ancaman dan intimidasi yang acapkali dilontarkan musuh untuk menggunakan opsi militer terhadap Iran, dia mengatakan, “Ada kesenjangan besar antara angan-angan musuh dan kekuatan mereka. Kita berhasil meluaskan kesenjangan ini dengan meningkatkan kekuatan kita.”rudal bawah tanah iran

Dia juga menegaskan, “Kami memiliki kekuatan yang memadai, keberanian, dan sikap yang realistis untuk menyatakan secara terbuka peluncuran ruda  jika kami melakukannya. Taktik kami bergantung pada strategi kami di setiap tempat, kami tidak akan mengail ikan di air keruh, dan ketakutan musuh tak ada kaitannya dengan kami. Jika kami suatu hari melepaskan rudal, maka kami akan segera mengumumkannya kepada publik tanpa ragu.”

Mengenai eksistensi AS di Timteng, dia menilai negara yang kerap disebut sebagai polisi dunia ini kini sudah menjadi “pemain biasa” di Timteng; Gedung Putih sudah tak mampu lagi memaksakan kehendaknya, dan ini berdampak pada kepasifan total para petinggi AS serta kesimpang siuran statemen-statemen mereka.

Mengenai posisi Iran di tengah situasi kontemporer Timteng, Brigen Hosseini menegaskan, “Tak ada meja perundingan tanpa keterlibatan Iran. Tak ada perimbangan yang dapat diselesaikan tanpa partisipasi Iran.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL