iran hossein salamiTeheran, LiputanIslam.com – Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC) Brigjen Hossein Salami menyatakan bahwa tentara Suriah mulai memulihkan barisan pasukannya sejak beberapa bulan lalu, sementara Iran mengirim para penasehat militernya ke Suriah berdasarkan permintaan dari angkatan bersenjata Suriah, dan Iran memiliki arsenal raksasa nan canggih dan belum pernah diungkap ke publik.

“Operasi udara terhadap posisi-posisi kawanan bersenjata memerlukan dukungan dari pasukan darat. Karena itu tentara Suriah memulai operasi darat secara masif dengan dukungan pasukan udara Rusia,” katanya, seperti dilansir Alalam, Selasa (27/10).

Menurutnya, operasi ini akan menghasilkan perubahan strategis dalam beberapa hari mendatang, dan tentara Suriah terus bergerak maju.

“Rusia menyadari realitas bahwa jika kelompok-kelompok teroris di luar perbatasannya tidak dihadapi sekarang maka di masa mendatang ia akan terpaksa berhadapan dengan mereka di dalam perbatasannya sendiri, terutama karena 20 persen pimpinan ISIS berasal dari Asia Tengah, Kaukasus, Pakistan dan Afghanistan yang datang melalui wilayah Turki dan Suriah,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa peranan Iran di Suriah bersifat strategis, taktis dan teknis.

“Selain memberikan dukungan politik kepada pemerintah dan rakyat Suriah, kami juga menyalurkan pengalaman militer kami kepada pimpinan tentara Suriah agar dapat mereka manfaatkan dalam operasi militer, sebagaimana kami juga membantu tentara Suriah merehabilitasi barisannya dan memperbarui kapasitasnya dari segi infrastruktur, pendidikan dan sumber daya manusia. Kami juga membantu memobilisasi rakyat sesuai pengalaman Iran demi menyokong tentara,” terangnya.

Mengenai Irak, Hossein Salami memastikan bahwa tentara Irak dan pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi sudah berada di atas angin sehingga “inisiatif serangan sudah ada di tangan mereka.”

Mengenai kekuatan militer Iran untuk mendukung “kubu muqawamah (kubu perlawanan terhadap kubu arogan dunia)” dia mengatakan,“Pasca perang (Iran-Irak) strategi kami terfokus pada penguatan struktur pertahanan untuk menghadapi koalisi global dan regional. Karena itu kami berupaya meningkatkan kemampuan militer dan pencegahan. Sekarang jarak jelajah rudal-rudal kami mencapai 2000 km serta dapat dikendalikan sejak diluncurkan hingga saat mengena target. Kami sudah memamerkan berbagai jenis rudal yang kami miliki, tapi kami belum pernah memperlihatkan arsenal-arsenal kami yang besar dan canggih.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL