Iran_RQ 170Teheran, LiputanIslam.com – Komandan korps Angkatan Udara (AU) Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Amir Ali Hajizadeh menyatakan bahwa pameran prestasi terbaru AU IRGC di bidang alutsista yang berlangsung Senin (12/5/2014) merupakan gambaran yang sempurna tentang keberdayaan dan kekuatan Iran.

“Paket yang terdiri atas pesawat tanpa awak (drone), radar dan sistem pertahanan anti rudal, rudal darat ke darat dan dari pantai ke laut, anti kapal perang, dan pusat-pusat pengendalian merupakan potret sempurna tentang kekuatan yang ada,” ujar Hajizadeh dalam wawancara dengan TV Iran Channel 2.

“Namun demikian,” lanjut dia, “kami tidak dapat memublikasikan semua kekuatan yang ada. Kami memikul amanat dari rakyat, dan kami hanya dapat memublikasikan sebagian di antaranya.”

Mengenai pameran drone RQ 170 versi Iran dia menjelaskan, “Tertangkapnya RQ 170 (milik Amerika Serikat) telah membuahkan banyak hasil bagi kami di bidang informasi intelijen dan berbagai bidang lain. Namun sejujurnya kami katakan bahwa RQ 170 versi Iran ini kami buat hanya dalam rangka ‘mempermalukan’ (Amerika Serikat), sebab saat itu kami sebenarnya sudah memiliki pesawat-pesawat tanpa awak dengan kapabilitas tinggi yang dalam operasionalnya ternyata tidak kalah dengan drone (RQ 170) ini.”

Seakan hendak menanggapi keraguan sebagian kalangan di Barat apakah drone RQ 170 versi Iran itu dapat terbang, Hajizadeh mengakui bahwa pesawat supercanggih tanpa awak hasil duplikasi drone buatan AS itu masih belum dites terbang.

“Mulai bulan Azar 1390 (Desember 2011) baru sekarang (proses pembuatan drone RQ 170) selesai dan hanya tinggal dites terbang yang mungkin tertunda sekitar satu atau dua bulan akibat penyelenggaraan pameran ini. Hanya saja pada skala 15% drone ini sudah berhasil terbang pada beberapa pekan lalu, dan sample ini juga akan terbang pada beberapa bulan mendatang,” terang Hajizadeh.

Dia menambahkan bahwa pembuatan unit kedua dan ketiga drone ini masih dalam proses. “Unit kedua dan ketiga drone ini masih sedang dibuat,” ujarnya.

Dia juga menyinggung keinginan Barat untuk membatasi kemampuan rudal Iran. “Pameran prestasi Angkatan Laut IRGC,” papar dia, “dapat menjadi satu percontohan. Dalam beberapa tahun ini musuh mengangkat isu supermisil, dan disebutkan bahwa kita akan menembak rudal-rudal musuh. Namun sekarang mereka datang dan mengatakan, ‘Mari kita berunding mengenai rudal balistik’. Mereka tidak mungkin akan berunding seandainya mereka dapat menerapkan pembatasan.”

Dia menambahkan, “Di bidang militer dan persenjataan kita sudah menerobos garis sanksi, dan mereka tidak bisa lagi membatasi kita. Keadaan sudah berada di luar kendali mereka, dan ini juga harus terjadi di bidang-bidang lain sehingga sanksi menjadi kehilangan fungsinya.”

Mengenai sistem-sistem radar yang dipamerkan kemarin dia mengatakan, “Mengenai contoh-contoh radar yang sudah dipajang kemarin, dulu kita hanya dapat melihatnya karena pihak asing tidak bersedia memberikannya kepada kita. Dulu hanya gambar dan kita cuma bisa meninjau, namun sekarang kita dapat memroduksinya sendiri dengan bantuan para ahli kita.”

Mengenai rudal Iran, Jenderal Hajizadeh mengatakan, “Kita telah memproduksi rudal dari darat ke darat dalam skala besar, dan kemarin kita melakukan beberapa modifikasi padanya dan sudah kami tunjukkan kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.”

Dia menjelaskan, “Rudal Hormuz 1 dan 2 adalah dua jenis rudal balistik. Hormuz 1 adalah rudal anti radar yang dapat menghancurkan kapal induk atau instalasi Patriot di darat atau instalasi radar pengintai. Dari jarak 300 kilometer rudal Hormuz 1 dapat menghancurkan dengan sangat akurat sasaran berupa kontainer setinggi 20 kaki.”

“Sedangkan rudal balistik Hormuz 2,” lanjut dia, “adalah rudal anti kapal. Kecepatan rudal cruise kita mencapai 7.10 dan 8.10 mach, sedangkan kecepatan rudal Hormuz 2 mencapai  4.10 dan 5.10 mach.”

Lebih lanjut dia menjelaskan sistem penangkis rudal yang diberinama “3 Khordad”. Dia menyebut sistem ini sangat canggih dan dapat bersaing dengan sistem S-300 dan Buk M2E buatan Rusia. Sistem ini dapat merontokkan empat sasaran sekaligus dengan delapan rudal, dan rencananya akan dilengkapi dengan rudal tertentu yang akan membuat daya jangkaunya meningkat menjadi 100 kilometer.

Komandan Angkatan Laut IRGC lantas mengingatkan bahwa apa yang telah dilakukan maupun apa yang terus diupayakan selama ini merupakan kewajiban agama sesuai pengarahan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.

Dia mengatakan, “Swasembada, pribumisasi dan pemutusan tali ketergantungan kepada asing sejak awal kemenangan revolusi Islam sudah dikemukakan oleh Imam Khomaini ra, dan hal ini masih berlanjut pada era Pemimpin Besar Revolusi Islam (Ayatullah Ali Khamenei) sekarang. Selain sebagai pemimpin besar, beliau juga merupakan panglima tertinggi seluruh angkatan bersenjata Iran. Karena itu ketika beliau mengutarakan sesuatu maka kita harus mengikutinya. Paradigma demikian berlaku pada seluruh angkatan bersenjata, dan inilah yang menjadi kunci keberhasilan kami.” (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL