iran-syria2Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Angkatan Udara Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Amir Ali  Hajizadeh menyatakan pengaruh Iran sangat besar di Timur Tengah, dan karena Iran pula kubu Barat pimpinan Amerika Serikat (AS) beserta kelompok-kelompok gerilyawan sekutu mereka gagal menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

“86 negara berdiri mengatakan pemerintah Suriah harus diganti dan Bashar al-Assad harus menyingkir, tapi mereka gagal karena Iran menentang mereka,” ungkap Hajizadeh dalam sebuah acara di Teheran Jumat malam lalu (11/4/2014).“Menteri Luar Negeri AS sendiri berterus terang mengakui mereka telah gagal dan bahwa keadaan telah berubah sesuai keinginan Iran dan Hizbullah,” imbuh dia

Sebelumnya, gerakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon menyatakan Barat harus menerima kenyataan bahwa Presiden al-Assad tetap memerintah Suriah setelah pemberontakan yang mereka motori tidak menghasilkan apa-apa.  Wakil Sekjen Hizbullah Syekh Naim Qassem mengatakan bahwa Presiden al-Assad mendapatkan dukungan dari banyak komunitas keagamaan dan karena itu tak lama lagi akan terpilih kembali sebagai presiden.

“Realitas Suriah sekarang ialah bahwa Barat harus berurusan dengan apa yang tidak sesuai dengan harapan dan impian mereka yang sudah terbukti absurd,” ujar Qassim Kamis lalu.

Qassem juga menyebutkan dilema AS terkait Suriah. “Di satu sisi AS tidak menginginkan pemerintahan al-Assad tetap bertahan, tapi di saat yang sama AS juga tidak dapat mengendalikan militan yang direpresentasikan oleh ISIL dan al-Nusra,” jelas Qassem. Dia juga memperkirakan bahwa kebuntuan masih akan berlanjut dalam krisis Suriah akibat tidak adanya inisiatif regional dan global untuk menfasilitasi solusi melalui jalur politik.  (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*