Teheran, LiputanIslam.com –  Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Bersenjata negara ini bersumpah akan memberikan balasan telak terhadap pelaku serangan teror di kota Ahwaz, Iran badat daya.

IRGC dalam ucapan belasungkawa atas tragedi ini  memastikan kepada rakyat Iran akan membalas darah puluhan korban serangan teror tersebut.

“Akan dilakukan tindakan-tindakan yang diperlukan dalam waktu dekat untuk menindak teroris dan membalas mereka dengan balasan mematikan dan tak terlupakan… Akan dilakukan pengejaran para pelaku kejahatan ini di manapun mereka berada,” ungkap IRGC, Ahad (23/9/2018).

Sehari sebelumnya, serangan teror pada sebuah parade militer di kota Ahwaz telah menewaskan 25 orang, termasuk sekira 10 personel IRGC dan satu wartawan, serta melukai 21 orang lainnya. . ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Dua penyerang tewas ditembak pasukan keamanan, dan dua lainnya ditangkap.

Angkatan Bersenjata Iran juga menegaskan pembalasan atas serangan ini. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri mengatakan bahwa para teroris itu didukung oleh negara-negara “mustakbirin” (arogan) dunia serta mendapat dana dan propaganda dari sejumlah negara regional.

“Kejahatan yang terus berlangsung akibat pengkhianatan mustakbirin dan para ekornya di kawasan selama 40 tahun terakhir ini tidak akan mengusik tekad bangsa Iran dalam membela revolusi Islam dan cita-citanya. Sebaliknya, watak keji  musuh-musuh Iran akan membuat barisan rakyat pemberani Iran semakin solid,” ujar Bagheri.

Dia mengecam “sikap dengki” seorang pejabat sebagian negara Arab Teluk yang telah secara terbuka mendukung “pemindahan pengacauan keamanan ke wilayah Iran”. Dia mengimbau negara itu meminta maaf kepada bangsa Iran dan berhenti memusuhi Iran.

“Jika tidak maka Angkatan Bersenjata Iran berhak bereaksi telak terhadap musuh-musuh bangsa Iran di mana dan kapanpun, dan akan memburu para penjahat di manapun di dunia,” ancamnya.

Sebelumnya, Abdul Khaleq Abdullah, penasihat putra mahkota Abu Dhabi, melalui akun Twitter-nya mengklaim, serangan itu bukan aksi teror dengan dalih telah  menyasar target militer.

“Pemindahan perang ke dalam wilayah Iran adalah sebuah opsi yang telah dinyatakan sebelumnya dan akan meningkat dalam tahap mendatang,”cuitnya.

Jubir Kemlu Iran Bahram Qasemi menyatakan pihaknya telah memanggil pemangku kepentingan UEA di Iran untuk menyampaikan nota protes atas cuitan itu.

“Dalam pertemuan itu kami telah mengingatkan bahwa pernyataan dukungan kepada tindakan teror oleh orang yang terkait dengan pusat-pusat resmi di UEA dengan sendirinya menuntut tanggungjawab pemerintah UEA dalam masalah ini. Bermasa bodoh atas hal ini tidak akan bisa diterima,” tuturnya, Ahad. (mm/alalam/sputnik/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*