Teheran, LiputanIslam.com – Para petinggi militer Iran terus melontarkan ancaman pembalasan atas serangan teror yang menewaskan 27 pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Zahedan, provinsi Sistan-Baluchestan, Iran timur, beberapa waktu lalu.

Kali ini, komandan IRGC Brigjen Hossein Salami, angkat suara dengan menegaskan bahwa serangan teror itu tidak akan dibiarkan begitu saja, dan bahwa pembalasan atasnya tidak akan terbatas pada kelompok teroris pelakunya.

“Kami tidak dapat mengungkapkan cara kami membalas para teroris, tapi tidak ada tindakan yang akan tetap tidak terbalas,” katanya kepada IRNA, Jumat (22/2/2019),

Dia menambahkan, “Skala pembalasan Iran tidak terbatas pada bentrokan dengan empat teroris; melainkan kami lebih bermaksud melacak para teroris dan menemukan siapa yang terkait dengan mereka.”

Dia juga mengingatkan, “Balasan-balasan kami sengit, dan siapa yang menerimanya akan terbiasa dengannya.”

Petinggi IRGC ini mengecam perilaku “permusuhan” Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang menurut Iran telah mendalangi serangan Zahedan, tetapi pada saat yang sama mencatat bahwa serangan teror semacam itu terlalu sepele untuk dapat mengusik daya pencegahan Iran.

“Kami berusaha mengalahkan kekuatan besar, dan insiden seperti itu terlalu kecil untuk kami,” sumbarnya.

Sehari sebelumnya, Komandan Pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Qasem Soleimani mengancam Arab Saudi dengan reaksi terhadap serangan teror Zahedan.

“Arab Saudi membangun pengaruhnya di kawasan hanya dengan uang.  Ini adalah pengaruh yang keliru dan sia-sia … Kami akan membalas para syuahada kami … dan itu akan ada di mana saja di dunia,” ancamnya.  (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*