Teheran, LiputanIslam.com –  Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani bahwa senjata-senjata baru dari Iran telah sampai ke Lebanon dan Gaza, dan menyebut isu terowongan lintas perbatasan Lebanon-Israel yang dihembuskan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai propaganda untuk mengalihkan perhatian publik dari skandal korupsi ekonomi dan moral dalam pemerintahannya.

“Penemuan ratusan kilometer terowongan di bawah kaki Zionis adalah skandal besar bagi instansi keamanan Zionis,” ujar Samkhani dalam sebuah pernyataan pers, Selasa (29/1/2019).

Dia menambahkan, “Rudal berpresisi tinggi berada di tangan kubu resistensi di Libanon dan Gaza untuk menanggapi kebodohan yang dilakukan Israel,” lanjutnya.

Petinggi Iran ini  kemudian menuduh media Barat dan Israel berusaha menciptakan opini yang mengaitkan program luar angkasa Iran dengan program pengembangan rudalnya.

Di hari yang sama saat mengomentari peringatan sanksi Eropa dan Amerika Serikat (AS) atas program rudal balistik Iran, seorang pejabat senior militer Iran menyatakan negaranya “tidak memiliki rencana untuk mengembangkan jangkauan misil-misilnya.”

Dia menekankan bahwa Iran secara sukarela sudah menetapkan jangkauan roketnya sejauh 2.000 kilometer, jarak yang cukup untuk mencapai Israel dan pangkalan-pangkalan Barat di Timur Tengah.

Washington dan sekutunya menuduh Teheran semakin memperkuat kemampuan misil pada skala yang menimbulkan ancaman bagi Eropa.

Ali Shamkhani mengatakan,Iran sama sekali tidak menderita kerugian secara ilmiah dan operasional jika menambah jarak jangkau rudal militernya. Namun, kecuali melanjutkan upaya untuk meningkatkan akurasi, Iran tidak berniat mengembangkan jarak jangkau itu, berdasarkan strategi pertahanannya.”

Presiden AS Donald Trump menyebut program rudal Iran sebagai salah satu alasan mengapa Washington pada tahun lalu mengumumkan keluar dari perjanjian nuklir Iran yang diteken Iran dan beberapa negara besar dunia pada tahun 2015.

Negara-negara Eropa bersikeras mempertahankan perjanjian nuklir itu, namun beberapa di antara mereka menuntut kesepakatan tambahan agar menyentuh masalah program rudal balistik Iran dan keterlibatannya dalam konflik di Timur Tengah.

Shamkhani merilis pernyataan pers tersebut setelah Perancis pada Jumat lalu menyatakan siap menjatuhkan sanksi baru jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan terkait dengan masalah perjanjian tambahan.

“Kami sudah mulai melakukan dialog sulit dengan Iran yang seharusnya berlanjut, dan kami siap menjatuhkan sanksi berat jika gagal. Mereka mengetahui hal ini,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian.

Iran menanggapi peringatan ini dengan balik menyebut penjualan senjata Prancis di Timur Tengah sebagai penyebab instabilitas kawasan ini.

Program luar angkasa Iran telah mendapat kecaman dari Barat ketika Washington mengklaim bahwa upaya Iran yang telah gagal untuk mengorbitkan satelit terbarunya awal bulan ini tidak lebih dari kedok bagi upaya mengembangkan rudal balistik antarbenua.

Namun, Shamkhani dalam pidatonya pada Konferensi Nasional Teknologi dan Aplikasi Antariksa di Teheran mengatakan Iran tidak akan pernah menerima pembatasan peluncuran satelit.

“Kami akan serius menindak lanjuti pengembangan program luar angkasa,” tegasnya. (mm/ raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*