Teheran, LiputanIslam.com – Iran mengumumkan pihaknya belakangan ini telah mengujicoba rudal balistik jarak menengah sehingga menandai tekadnya  untuk terus melanjutkan pengembangan rudal balistiknya meskipun mendapat kecaman dari negara-negara Barat.

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh, Selasa (11/12/2018), menyebut rudal balistik yang baru diuji Iran itu sebagai “signifikan,” dan memastikan bahwa negara republik Islam ini akan terus melanjutkan ujicoba rudal sesuai dengan doktrin militernya untuk mencegah serangan musuhnya.

“Kami akan terus melakukan uji coba rudal, dan yang terbaru ini sangat signifikan,” katanya.

Mengenai reaksi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo terhadap ujicoba rudal Iran tersebut, Hajizadeh mengatakan, “Reaksi seperti itu membuktikan bahwa masalah ini sangat penting bagi mereka (AS) sehingga berteriak.”

Jenderal Iran ini menambahkan bahwa negaranya melakukan lebih dari 50 ujicoba rudal setiap tahun.

“Bahwa orang Amerika bereaksi terhadap ujicoba tertentu adalah indikasi (banyaknya) tekanan pada mereka,” ujarnya tanpa mengidentifikasi jenis rudal yang baru diujicoba.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Twitter pada 1 Desember, Pompeo mengklaim bahwa Iran “baru menguji coba rudal balistik jarak menengah” dan melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 mendukung perjanjian nuklir internasional yang diteken Iran bersama enam negara terkemuka dunia, termasuk AS, pada tahun 2015.  Namun, AS kemudian keluar dari perjanjian yang dinamai “Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA)” ini dengan dalih bahwa JCPOA tidak mencakup program rudal Iran.

Teheran menolak klaim Pompeo dan menegaskan bahwa program rudal itu konvensional, defensif, dan tidak melanggar resolusi itu, yang “menyerukan” Iran “untuk tidak melakukan aktivitas apa pun terkait dengan rudal balistik yang dirancang untuk mampu mengirimkan senjata nuklir, termasuk peluncuran menggunakan teknologi rudal balistik seperti itu.”

Dewan Keamanan PBB pekan lalu mengadakan pertemuan tertutup atas permintaan AS untuk membahas ujicoba rudal Iran, namun pertemuan ini berakhir tanpa menghasiolkan statemen bersama.

Di hari yang sama perwakilan Iran di PBB menegaskan Tehran tidak melanggar resolusi dan bahwa rudalnya hanya dirancang untuk mampu membawa hulu ledak konvensional, bukan nuklir.

Dalam beberapa tahun terakhir Iran berhasil membuat terobosan besar di sektor pertahanannya dan mencapai swasembada dalam alutsista meskipun mendapat  sanksi dan tekanan ekonomi.

Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami belum lama ini memastikan negaranya sekarang  merupakan salah satu kekuatan rudal teratas di dunia meski telah dijatuhi sanksi berat selama 40 tahun terakhir. (mm/alalam/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*