Teheran, LiputanIslam.com –  Iran telah melakukan beberapa ujicoba teknis sistem pertahanan udara “Bavar 373”. Wakil Menhan Iran Brigjen Amir Hatami, Rabu (1/3/2017), mengatakan negaranya terus mengembangkan dan mengujicoba sistem ini sebelum diserahkan kepada militer.

“Semua kegiatan pertahanan, termasuk pengerjaan sistem misil ini berlanjut sesuai program, dan akan diumumkan sesuai keperluan. Pengerjaan sistem misil Bavar 373 berlanjut dengan lancar,” ungkapnya.

Bavar  373 disebut-sebut sebagai duplikat S-300 buatan Rusia. Sistem ini dibuat oleh Iran setelah dulu Rusia enggan mengekspor S-300 ke Iran akibat pemberlakuan sanksi internasional terhadap Iran.

Ahmad Vahidi saat menjabat sebagai Menhan Iran pada 22 September 2010 mengatakan, “Kami berencana membuat sistem misil jarak jauh pertahanan udara yang mirip dengan S-300. Dengan anugerah Allah dan dengan jerih payah para insinyur Iran, kami akan mencapai swadaya di bidang ini,” ungkap.

Iran kemudian memamerkan sistem ini untuk pertama kalinya Pada Agustus tahun lalu.

Sistem ini dikabarkan dapat membidik target pada ketinggian yang optimal.

Hossein Dehghan yang menggantikan Ahmad Vahidi pernah mengatakan bahwa negaranya diperkirakan akan memulai produksi massal “Bavar-373” pada Maret 2017 setelah menyelesaikan ujicoba teknis.

Selasa lalu Iran menyatakan telah meluncurkan rudal maritim mutakhir cruise jenis Nasr buatannya sendiri.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif, Rabu, mengatakan tak ada negara di dunia yang berani berkonfrontasi dengan Iran. (mm/tasnim/wikipedia/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL