Teheran, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kemlu Iran Behram Ghassemi menegaskan negaranya tidak akan mengadakan pertemuan atau perundingan dengan negara musuhnya, Amerika Serikat (AS), di luar kerangkan kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya oleh Iran dengan kelompok P-5+1 yang diberi nama “Rencana Aksi Bersama Komprehensif” (Joint Comprehensive Plan of Action/ JCPOA).

(Baca: Ini Dia, Ringkasan Isi Kesepakatan Nuklir Iran)

Ghassemi membantah berbagai laporan yang ada mengenai adanya negosiasi antara Iran dan AS di sela-sela pertemuan komisi bersama perjanjian nuklir di Wina, Austria.

“Tidak ada program untuk itu… Perundingan Iran dengan delegasi dunia lainnya di sela-sela pertemuan-pertemuan ini biasanya  dilakukan dalam kerangka JCPOA,” katanya dalam jumpa pers di Teheran, ibu kota Iran, Senin (1/5/2017).

Dia menambahkan bahwa Iran telah mengadakan perundingan dengan pemerintahan AS sebelumnya serta dengan lembaga-lembaga peduli HAM mengenai para narapidana Iran di AS dan telah membuahkan hasil-hasil positif, sedang perundingan dengan pemerintahan sekarang tidak keluar dari kerangka JCPOA.

Menyusul polemik Teheran-Washington mengenai kesepakatan nuklir Iran, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley April lalu menyebut Iran “tersangka utama” dalam gejolak di kawasan Timteng.

Sehari sebelum pernyataan Haley ini, Menlu AS Rex Tillerson mengklaim bahwa JCPOA tidak mencapai tujuannya membendung ambisi nuklir Iran.

Selain itu, dalam sidang bulanan Dewan Keamanan PBB mengenai Timteng Haley mengatakan bahwa strategi AS di Timteng harus terfokus pada Iran, bukan Israel. (mm/irna/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL