Teheran, LiputanIslam.com – Iran mengaku siap menghadapi segala keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri pengecualian bagi pembeli minyak Iran, sementara pasukan elit Iran, Korps Garda  Revolusi Islam (IRGC), menegaskan lagi ancamannya untuk menutup jalur strategis Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi dalam sebuah statemennya yang dirilis Senin (22/4/2019) menyatakan negaranya telah mengadakan pembicaraan intensif soal ini dengan semua pihak terkait, baik secara internal maupun eksternal.

“Hasil pertimbangan ini akan dikemukakan nanti kepada para pemimpin politik, yang akan mengumumkan keputusannya dalam waktu singkat,” ungkap Mousavi.

Pemerintah Iran telah berulang kali mengancam akan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran tahun 2015 jika AS jadi memperketat sanksi minyak terhadap Iran. AS tahun lalu keluar dari perjanjian nuklir Iran dengan negara-negara terkemuka dunia itu, dan kemudian memberlakukan kembali sanksi anti-Iran.

Kantor berita Tasnim milik Iran mengutip pernyataan sumber informasi di Kementerian Perminyakan Iran bahwa AS tidak akan pernah bisa menihilkan ekspor minyak Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan keputusan AS untuk tidak memperpanjang pengecualian dari sanksi atas pembelian minyak Iran. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*