iran masoud jazayeri3Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Brigjen Masoud Jazayeri mengaku memandang gerak-gerik militer dan non-militer Amerika Serikat (AS) dengan tatapan curiga melalui pantauannya terhadap semua perkembangan di Irak dan kawasan sekitarnya.

Jazayeri menilai keberadaan militer AS dan apa yang disebut koalisi anti kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak sebagai penuh intrik dan tipu daya.
“Tidak mungkin bagi kami untuk menyatakan bekerjasama sekecil apapun dengan biang utama kemunculan teroris di kawasan,” ungkapnya, Kamis (4/12), sebagaimana dilaporkan Alalam.

Dia mengingatkan bahwa Washington tidak mungkin jujur memerangi ISIS karena AS telah memasok senjata dan perlengkapan perang kepada ISIS sejak organisasi teroris takfiri ini dibentuk, apalagi ada dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa organisasi ini adalah produk intelijen AS.

“Kami mendapatkan dokumen-dokumen yang berbicara bahwa kelompok teroris ini adalah produk intelijen AS,” ungkapnya.

Jenderal Iran ini juga memastikan bahwa pembebasan semua kawasan dari tangan ISIS terhambat oleh berbagai tindakan destruktif AS dan para sekutunya terhadap rakyat dan pemerintah Irak dan Suriah. Namun demikian, dia optimis bahwa pemerintah dan rakyat Irak pada akhirnya mampu membebaskan Irak dari noda teroris asing.

Menanggapi pernyataan AS bahwa jet tempur Irak berkeliaran di angkasa Irak, Jazayeri mengatakan bahwa negaranya sama sekali tidak memiliki ambisi apapun di negara lain, dan apa yang dilakukan Iran tidak keluar dari upayanya sekuat tenaga untuk membantu pemerintah dan rakyat Irak, termasuk dalam memerangi teroris di Irak dan Suriah, sesuai kewajiban agama dan norma kemanusiaan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL