Teheran, LiputanIslam.com –  Kementerian Keamanan Iran menyatakan aparat telah menangkap sebanyak 22 orang yang diduga terlibat serangan teror yang menyasar sebuah para militer di kota Ahwaz, Iran barat daya.

“Pada menit-menit pertama pasca serangan teror telah terungkap identitas sekawanan teroris yang terdiri atas lima orang yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok separatis takfiri yang didukung oleh negara-negara Arab,” ungkap kementerian itu tanpa menyebutkan nama negara, Senin (24/9/2018).

Kementerian Keamanan Iran menambahkan, “Telah terungkap markas sekawanan teroris ini, dan tertangkap pula sebanyak 22 orang yang terkait dan pemberi dukungan logistik kepada serangan itu.”

Disebutkan bahwa di markas itu telah ditemukan dan disita bahan-bahan peledak, perlengkapan militer, dan sarana komunikasi.

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa pelaku serangan yang menewaskan 25 orang dan melukai sekira 70 orang pada hari Sabtu lalu itu mendapat dukungan dana dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Laporan-laporan yang ada menunjukkan bahwa aksi kejahatan itu dilakukan oleh orang-orang yang mendapat pertolongan segera dari Amerika Serikat (AS) ketika mereka terjepit di Suriah atau Irak serta mendapat dukungan dana dari Saudi dan UEA,” ungkap Khamenei, Senin, seperti dilansir IRNA.

Dia kemudian menegaskan, “Sudah pasti kami akan memberi pelajaran keras terhadap orang-orang yang terlibat dalam aksi teror ini.”

Di laporan awal disebutkan bahwa pelakunya empat orang, namun belakangan satu mayat lagi ditemukan sebagai pelaku yang tewas di antara jenazah sejumlah korban.

Beberapa sumber mengatakan bahwa para teroris itu datang ke lokasi parade militer dengan mengendarai mobil Pride, mengenakan seragam pasukan relawan, dan membawa senapan AK-47 dan amunisi.

Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan itu sembari memublikasi sebuah video yang mereka sebut sebagai tiga pelaku ketika sedang mengendara sebuah mobil menuju sasaran, namun sumber-sumber di Iran menyatakan pelakunya terafaliasi dengan salah satu kelompok separatis dan kontra-revolusi Iran yang mendapat dukungan dari negara-negara asing  agar melancarkan aksi-aksi teror.

Tiga pelaku di antaranya diketahui berasal dari satu keluarga dengan rincian dua orang kakak beradik dan satu lainnya adalah saudara sepupu keduanya. Mereka semula bekerja sebagai tukang kayu pembuat rak dapur, tapi kemudian direkrut oleh kelompok separatis.

Para korban serangan teror itu telah dimakamkan pada Senin kemarin melalui prosesi yang diikuti ribuan warga. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*