Teheran, LiputanIslam.com –  Iran kembali menepis klaim Israel bahwa para intelijen negara Zionis ini berhasil mengeruk dokumen rahasia aktivitas nuklir Iran dari sebuah situs di selatan Teheran, ibu kota Iran.

New York Times dan media pemberitaan lain beberapa waktu lalu memuat laporan mengenai rincian operasi yang diklaim Mossad dilakukan di dekat Teheran. Disebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada akhir April lalu kembali tampil dan melakukan presentasi anti Iran dengan membeberkan apa yang diklaimnya sebagai data dari sebuah gudang rahasia di Teheran.

Menurutnya, para agen Israel berhasil menyusup ke gudang dalam sebuah operasi yang berlangsung satu malam dan kemudian memboyong “setengah ton materi” yang terdiri dari 55.000 halaman dan 55.000 file lain pada 183 keping CD.

Menanggapi hal ini, juru bicara misi diplomatik Iran untuk PBB, Alireza Miryousefi , Kamis (19/6/2018),  mengatakan, “Sepertinya mereka (Isreal) mencoba untuk melihat apakah klaim anehnya akan mendapatkan penonton di Barat untuk dipercaya.”

Dia menambahkan, “Pemberitahuan bahwa Iran akan meninggalkan segala jenis informasi sensitif di beberapa gudang acak di Teheran itu sungguh menggelikan.”

Wakil Menlu Iran Abbas Araghchi  juga pernah menyebut presentasi Netanyahu itu “kekanakan” dan konyol. Dia juga beralasan bahwa tidak mungkin Iran membiarkan dokumen sedemikian berharga tertinggal di suatu tempat.

Menlu Iran Javad Zarif juga pernah berkomentar melalui akun Twitternya dengan menyebut Netanyahu telah melakukan “tangisan serigala”,  yakni berkata sesuatu yang tak dapat dipercaya.

“Selama ini, yang bisa Anda lakukan hanyalah membodohi beberapa orang saja,” cuit Zarif. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*