Teheran, LiputanIslam.com –   Juru bicara Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Brigjen Masoud Jazayeri menyatakan Iran siap menghentikan proyek pengembangan rudalnya, tapi dengan syarat negara-negara Barat bersedia memusnahkan bom nuklir dan rudal-rudal jarak jauh mereka.

“Apa yang dibicarakan oleh orang-orang Amerika dalam keadaan frustasi mengenai pengekangan terhadap kekuatan rudal Republik Islam Iran tak lain hanyalah mimpi-mimpi kosong dan keinginan yang tidak akan menjadi kenyataan,” tegas Jazayeri, Sabtu (2/3/2018).

Dia melanjutkan, “Negosiasi mengenai rudal Iran bisa dilakukan dengan syarat senjata nuklir dan rudal jarak jauh Amerika dan Eropa dimusnahkan.”

Menurutnya, kecaman Amerika Serikat (AS) terhadap proyek rudal Iran “disebab oleh kegagalan dan kekalahan mereka di kawasan (Timteng).”

Presiden AS Donald Trump berulangkali melontarkan ancaman akan membatalkan secara sepihak perjanjian nuklir Iran dengan sejumlah negara terkemuka dunia, termasuk AS, jika tidak dilakukan upaya “menutup celah-celah” yang ada dalam teks perjanjian yang diteken pada tahun 2015 tersebut.

Namun, pihak Eropa berusaha meyakinkan Trump agar mempertahankan perjanjian ini, meskipun mereka juga ikut mengaku kuatir terhadap intensitas program pengembangan rudal Iran.

Menlu Perancis Jean-Yves Le Drian yang rencananya akan berkunjung ke Iran Senin (5/3/2018) bulan lalu melontar kecaman keras terhadap Iran dengan mengatakan bahwa proyek rudal Iran dan peranannya dalam berbagai konflik regional harus disangsikan “jika Iran ingin kembali kepada keluarga internasional.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*