iran-behruz-kamalvandiTeheran, LiputanIslam.com –  Pemerintah Iran menyatakan siap menghadapi segala kemungkinan dan skenario buruk setelah Donald Trump terpilih dan menjabat sebagai presiden Amerika Serikat (AS).

“Kami siap menghadapi skenario terburuk,” ujar Ketua Badan Energi Atom Iran Behruz Kamalvandi, Senin (14/11/2016).

Di masa kampanye pemilu presiden AS, Trump melontarkan kritikan-kritikan pedas terkait perjanjian nuklir AS dan lima negara besar lainnya dengan Iran di Wina, Austria, pada tahun 2015.

Kamalvandi mengingatkan bahwa negaranya memiliki kemampuan teknologi untuk kembali melakukan pengayaan uranium dengan cepat, hal yang telah dibatasi dalam perjanjian tersebut.

“Dalam jangka waktu satu tahun kami dapat melakukan pengayaan hingga level yang sudah kami capai sebelum kesepakatan, dan bahkan bisa lebih dari itu,” katanya.

Dia menambahkan bahwa langkah demikian sudah dipertimbangkan sejak lama, tapi Iran tidak akan melakukan opsi itu sebelum pemerintahan baru AS menjalankan misinya.

Iran sejak awal membantah  tuduhan berambisi membuat senjata nuklir, namun negeri mullah ini tetap dicurigai karena pengayaan uranium merupakan salah proses dalam pembuatan bom nuklir.

Sesuai perjanjian Wina Iran mengabaikan haknya memperkaya uranium untuk tujuan damai dengan imbalan pencabutan embargo yang menekan perekonomian Iran. (mm/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL