Teheran, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kemlu Iran Behram Ghasemi menanggapi pernyataan terbaru wakil putera mahkota merangkap Menteri Pertahanan Arab Saudi Mohammed Bin Salman mengenai Iran.

Behram Ghasemi dalam tanggapannya, Rabu (3/5/2017), menilai pernyataan Bin Salman ini “menunjukkan pemahamannya yang keliru terhadap kondisi regional.”

Dia juga mengatakan, “Pernyataan ini merupakan dokumen jelas penyebaran terorisme dan keberlanjutan kebijakan destruktif Saudi dalam membangkitkan ketegangan di kawasan dan Iran.”

Menurut Ghasemi, dalam situasi genting regional seperti yang terjadi sekarang tidak seharusnya Bin Salman melontarkan “pikiran yang tidak konstruktif” sedemikian rupa.

Seperti pernah diberitakan, putera Raja Salman Bin Abdulaziz dari Arab Saudi itu dalam wawancara dengan channel MBC, Selasa (2/5/2017), menuduh Iran bermaksud menguasai Baitullah Kaabah di kota suci Mekkah al-Mukarromah, Arab Saudi. Dia juga mengatakan tak ada titik temu antara Riyadh dan Teheran untuk menjadi bahan perundingan antara keduanya.

“Jangan harap perang akan terjadi di Saudi, melainkan kita akan bertindak supaya perang terjadi di Iran sendiri…  Ideologi ekstrem Iran menghalangi dialog dengan Teheran… Tak ada titik temu untuk dapat kami membahasnya dengan Iran,” sumbar Bin Salman.

Hubungan diplomatik antara Iran dan Arab Saudi terputus pada awal tahun 2016 menyusul peristiwa serangan demonstran terhadap Kedubes Saudi untuk Iran di Teheran dan Konsulat Jenderal Saudi di Masyhad. Para demonstran saat itu berunjuk rasa mengecam hukuman mati terhadap ulama Syiah Saudi Syeikh Nimr Baqir al-Nimr. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL