Teheran, LiputanIslam.com –  Iran menyambut baik kabar keputusan Mesir menolak bergabung dengan gagasan yang dicanangkan Amerika Serikat (AS) untuk pembentukan aliansi Arab ala NATO, yang berfokus terutama pada gerakan anti-Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Qassemi, Kamis (11/4/2019), mengatakan, “Mesir adalah salah satu negara penting dan kuat di dunia Arab dan Muslim, yang dapat memainkan peran penting dalam menciptakan perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan Asia Barat (Timur Tengah).”

Dia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran sedang memeriksa kredibilitas laporan tentang penarikan Mesir dari apa yang disebut pertemuan “NATO Arab”, dan akan menyambutnya jika laporan tersebut terverifikasi.

Sebelumnya di hari yang sama, empat sumber yang mengetahui persoalan itu mengatakan kepada Reuters bahwa Kairo telah memberi tahu AS dan peserta lain dalam usulan Aliansi Strategis Timur Tengah (Middle East Strategic Alliance/MESA) tentang rencana penarikan Mesir tersebut.

Sebuah sumber Arab menekankan bahwa Mesir telah menarik diri dari apa yang disebut “NATO Arab” karena Kairo meragukan keseriusan gagasan itu serta merasa khawatir bahwa front Arab semacam itu dapat  menambah ketegangan dengan Iran.

Dua sumber lain menyatakan bahwa anggota MESA yang tersisa bergerak maju dengan inisiatif itu dan akan berusaha melancarkan tekanan diplomatik agar Mesir mencabut penarikannya.

Menurut dokumen Gedung Putih rahasia yang ditinjau oleh Reuters tahun lalu, aliansi tersebut diusulkan pertama kali oleh Arab Saudi pada tahun 2017 dalam upaya melawan Iran serta Rusia dan Cina. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*