Bishkek, LiputanIslam.com –   Iran, Cina, dan Rusia kini lebih merapat satu sama lain daripada sebelumnya dalam menghadapi arogansi Amerika Serikat (AS), demikian dinyatakan oleh penasihat Presiden Iran Hosamuddin Ashna.

“Tekanan maksimum AS terhadap Iran telah mengubah analisis strategis Cina dan Rusia mengenai masa yang segera datang,” tulis Ashna, Jumat (14/6/2019), di halaman Twitter-nya setelah Presiden Iran Rouhani mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Cina di sela-sela pertemuan ke-19 Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Bishkek, ibu kota Kirgizstan.

Baca: Iran dan AS Saling Tuding Terkait Serangan di Perairan Teluk

Dia menambahkan bahwa Iran, Cina dan Rusia menjadi lebih dekat satu sama lain daripada sebelumnya dalam melawan kesombongan AS.

Ashna menilai embargo dan ancaman tidak akan dapat bertahan lama jika mendapat perlawanan secara kolektif.

Baca: AP: Pengakuan Pemilik Kapal Jepang Bantah Tuduhan AS atas Iran

Ashna turut mendampingi Hassan Rouhani dalam kunjungan ke Bishkek untuk menghadiri pertemuan ke 19 Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) pada 13-14 Juni, dengan partisipasi 11 negara termasuk Rusia, Cina, Kazakhstan, Uzbekistan, India, Pakistan dan Iran. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*