Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran, Hassan Rouhani, Senin (22/5/2017), menilai pertemuan puncak Amerika Serikat dengan negara-negara Arab dan Islam di Riyadh, Arab Saudi, yang menghasilkan kecaman-kecaman keras terhadap Iran tak lebih dari sekedar “pameran” tanpa “nilai politik apapun.”

Dalam konferensi pers pertama sejak dia terpilih lagi dalam pilpres Iran ke-12 Rouhani mengatakan, “Pertemuan di Saudi merupakan pameran yang sama sekali tak memiliki nilai politik, dan Saudi dulu juga sudah pernah menggelar pameran sedemikiran rupa.”

Menyinggung kesepakatan yang telah diteken Kerajaan Saudi dengan Presiden Amerika Donald Trump senilai 380 milyar Dolar AS, Rouhani mengecam rezim Riyadh dengan mengatakan, “Kalian tak dapat menyelesaikan masalah terorisme dengan cara memberikan harta kekayaan bangsa Anda kepada kekuatan besar.”

Dia juga mengatakan, “Mereka yang memerangi teroris adalah dua bangsa Irak dan Suriah, sementara para penasehat militer Iran membantu mereka. Kami akan terus melakukan hal ini,” lanjutnya. Kemudian, tanpa menyebutkan nama Saudi dia melanjutkan, “Siapa yang mendukung para teroris tidak akan bisa memerangi mereka.”

Mengenai pilpres Iran yang sukses digelar Jumat lalu di mana dia yang dikenal sebagai sosok reformis dapat mengalahkan saingan beratnya, Ebrahim Raisi, yang dipandang sebagai sosok konservatif, Rouhani mengatakan bahwa kemenangannya ini merupakan pesan bagi dunia bahwa  Teheran terbuka dan siap menjalin kesepakatan dengan khalayak internasional.

“Kami ingin mengatakan kepada dunia bahwa kami siap berinteraksi berdasarkan prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama,” imbuhnya.

Menanggapi kecaman Donald Trump terhadap Iran, dia mengingatkan bahwa negaranya sama sekali tidak memerlukan persetujuan dari AS dalam melakukan ujicoba rudal yang akan terus dilakukan “selagi masih ada kebutuhan teknis.”

Rouhani menegaskan, “Rudal-rudal kami adalah demi pertahanan diri dan demi perdamaian, bukan ofensif. Ketahuilah bahwa selagi masih ada kebutuhan teknis untuk melakukan ujicoba rudal maka kami akan melakukannya dan tidak akan pernah meminta izin siapapun.”

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para pemimpin Arab dan Islam di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (21/5/2017), melontarkan kecaman keras terhadap Iran dengan mengatakan, “Dari Libanon hingga Irak dan Yaman, Iran mendanai, mempersenjatai dan melatih para teroris, milisi, dan kelompok-kelompok ekstrem lain yang menebar kehancuran dan kekacauan di berbagai penjuru kawasan.”

Trump lantas menyeru semua negara dunia supaya “bekersama mengucilkan Iran.” (mm/alam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL