Iran Amir-AbdollahianTeheran, LiputanIslam.com – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian, menyatakan Teheran tidak mementingkan partisipasi dalam konferensi anti terorisme yang sedang berlangsung hari ini, Senin (15/9), di Paris, ibu kota Perancis.

“Hadir dalam konferensi ‘demonstratif’ soal perang melawan terorisme tidak menjadi bahan pertimbangan kami. Republik Islam Iran adalah negara yang pertama kali bergerak membantu Iran memerangi terorisme” ujarnya, sebagaimana dilansir IRNA Ahad (14/9).

Dia menilai konferensi di Paris itu tidak lebih dari sekedar hiprokritas dan aksi teatrikal Barat di tengah iklim kontra terorisme. Menurutnya, Barat tidak sungguh-sungguh memerangi terorisme, melainkan menerapkan standar ganda dan tebang pilih.

“Bagi Iran, hal yang menarik adalah perang yang sejati dan tidak tebang pilih terhadap terorisme di kawasan dan dunia,” katanya.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Arab juga menggelar konferensi anti ISIS di Jeddah, Arab Saudi, di tengah fenomena brutalitas kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Tujuannya ialah menggalang aliansi anti ISIS yang sedang dikampanyekan Washington. Namun demikian, banyak kalangan menyangsikan tujuan pokok Washington di balik isu perang melawan ISIS.

Hari ini, Perancis menggelar konferensi serupa yang dihadiri 20 negara di tengah perbedaan persepsi dan sikap berbagai negara mengenai aliansi yang dipimpin AS.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan, “Sangat diharapkan komitmen negara-negara Timur Timteng dan lain-lain untuk turut mengirim bantuan pasukan dalam perang melawan ISIS.”

Tanpa menyebutkan nama, dia menyatakan sejumlah negara telah menawarkan pengiriman pasukan infanterinya untuk perang ini. Dia mengaku optimis aliansi anti ISIS akan segera terwujud di Irak dan Suriah.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Fouad Massom menilai penting sekali apabila Iran menghadiri konferensi Paris. Dia juga mengapresia bantuan kemanusiaan dan militer yang telah diberikan Iran kepada Irak selama ini.

“Seharusnya Iran hadir dalam konferensi ini, karena kedua negara berbatasan sepanjang sekitar 1000 kilometer,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Sejak awal kemunculan kelompok teroris ISIS dan serangannya terhadap Mosul Iran sudah memberikan bantuan kemanusiaan, demikian pula bantuan militer.”

Sebelumnya, AS menyatakan lebih dari 40 negara akan berpartisipasi dengan cara masing-masing dalam aliansi perang anti ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL