Teheran, LiputanIslam.com –  Republik Islam Iran kembali mengaktifkan pabrik gas uranium hexafluoride (UF6), yaitu uranium yang dibutuhkan untuk bahan bakar reaktor nuklir, di kota Isfahan, dan telah diisi  dengan yellow cake, Rabu (27/6/2018).

Tindakan tersebut dilakukan setelah Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei dan presiden negara ini, Hassan Rouhani, memberikan pengarahan terkait dengan perjanjian nuklir menyusul keluarnya Amerika Serikat (AS) secara sepihak dari perjanjian multilateral ini.

Pabrik UF6 merupakan salah satu fasilitas utama untuk produksi bahan bakar nuklir di situs nuklir  Isfahan, Iran tengah, dan baru sekarang diisi lagi dengan yellow cake setelah sembilan tahun dihentikan.

Operasi pabrik ini dihentikan pada tahun 2009 akibat kekurangan yellow cake. Setelah perjanjian nuklir diteken dan Iran mengimpor bahan itu dalam jumlah besar kemudian terjadi peningkatan daya produksi bahan ini di dalam negeri maka Iran dapat mengoperasikannya kembali.

Sementara itu, Presiden Rouhani, Rabu, menegaskan bahwa bangsa Iran pantang menyerah kepada tekanan AS dengan resiko apapun.

“Kami tidak akan menyerah di depan AS. Martabat dan kehormatan kami tetap akan terjaga sepanjang sejarah. Tak ada satupun orang Iran bersedia tunduk dan menyerah di depan tekanan AS.”

Dia menegaskan bahwa pihaknya akan berusaha meminimalisir dampak perlawanan bangsa Iran terhadap AS ini.

“Kami harus mengatakan kepada dunia bahwa kami memang mendapat kesulitan, tapi kami pantang bernegosiasi mengenai martabat, kehormatan, dan agama kami.” (mma/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*