iran and 5+1Teheran, LiputanIslam.com – Anggota delegasi Iran untuk perundingan nuklir dengan Barat, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa program persenjataan rudal negaranya tak lain adalah untuk pertahanan, dan dalam hal ini Teheran tidak akan pernah melakukan negosiasi dengan negara manapun dan atas nama apapun.

Hal ini dia kemukakan sebagai tanggapan atas pernyataan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) berkenaan dengan peluncuran satelit terbaru Iran, Fajr.

“Peluncuran dan pengorbitan satelit Fajr yang berjalan sukses berkat kemajuan sains anak-anak bangsa Iran dilakukan dalam konteks hasrat Iran untuk menguasai bidang-bidang sains ruang angkasa serta menunjang infrastruktur komunikasi dan informasi di dalam negeri,” ungkap Araqchi, Selasa (3/2/2015), sebagaimana dilaporkan Alalam.

Dia juga menyatakan bahwa pengorbitan satelit Fajr juga semata-mata berada dalam koridor sains dan ekonomi.

“Roket jenis Safir yang menempatkan satelit Fajr pada orbitnya sesuai rencana telah dibuat oleh para ahli dari Badan Antariksa yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan Iran dengan tujuan meraih kemajuan di bidang sains antariksa dan untuk tujuan damai semata,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga menegaskan bahwa negaranya tidak mungkin bersedia membicarakan tema daya pertahanan dan rudal Iran dalam perundingan nuklir negara ini dengan negara-negara yang tergabung dalam Kelompok 5+1.

Seperti pernah diberitakan, Iran sukses meluncurkan satelit keempat buatan dalam negerinya, Fajr, ke orbit Senin (2/2/2015). (Baca: Kado HUT Revolusi Islam, Iran Luncurkan Satelit “Fajr”)

(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL