Teheran, LiputanIslam.com –Jubir Kemlu Iran Bahram Qasemi dalam jumpa pers mingguannya, Senin (21/5/2018), menegaskan bahwa siapapun tak dapat memaksakan sesuatu terhadap Iran, dan karena itu Iran juga akan tetap bertahan di Suriah selagi masih ada permintaan dari pemerintah Damaskus dan selagi terorisme masih membayangi negara pimpinan Presiden Bashar al-Assad ini.

Dia mengingatkan bahwa keberadaan Iran di Suriah adalah karena ada permintaan dari pemerintah Suriah, dan karena itu yang harus keluar dari Suriah adalah pihak yang masuk ke negara ini tanpa seizin pemerintah Damaskus.

Mengenai keluarnya Amerika Serikat (AS) dari perjanjian nuklir Iran, Qasemi mengingatkan bahwa waktu yang tersedia sangatlah terbatas bagi negara-negara Eropa untuk meyakinkan Iran pada komitmen mereka atas perjanjian ini.

Dia menegaskan bahwa negara-negara Eropa harus menerapkan apa yang tertera dalam perjanjian ini.

“Kami tidak melakukan perundingan apapun dengan Uni Eropa di luar kerangka perjanjian nuklir, dan pihak Eropapun juga tidak menyinggung tema lain,” ujarnya.

Di pihak lain, Menlu AS Mike Pompeo diperkirakan akan mengumumkan strategi AS, Senin, dalam memperlakukan Iran pasca keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran.

Dilaporkan bahwa dia akan mengajukan “peta jalan diplomasi” untuk mencapai kesepakatan nuklir baru dengan Iran.

Seorang pejabat Kemlu AS pekan lalu mengatakan bahwa strategi baru itu bertujuan membangun kerangka untuk berinteraksi dengan “ancaman Iran” secara umum. (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*