Israel-Drone-IranTeheran, LiputanIslam.com – Komandan Pasukan Udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Amir Hajizadeh menyatakan bahwa pesawat nirawak (drone) milik Israel yang tertembak jatuh di wilayah Iran tidak berangkat dari Israel sendiri, melainkan dari negara lain di kawasan sekitar.

Dia menyebutkan pesawat itu adalah jenis Hermes 450 yang dilengkapi dua kamera berkemampuan mengambil gambar berkualitas tinggi. Dia memastikan pesawat nirawak itu milik Israel walaupun penerbangan terakhirnya tidaka berasal dari Israel.

“Jarak tempuhnya menunjukkan pesawat nirawak ini tidak memulai penerbangannya di Israel, melainkan dari sebuah negara di kawasan,” ungkapnya, Senin (25/8), sebagaimana dikutip Associated Press.

Dia menjelaskan bahwa drone ini memiliki jarak tempur sekitar 800 kilometer, dilengkapi dua kamera depan dan samping dengan kemampuan pencitraan panorama beresolusi tinggi. Dia mengingatkan bahwa jarak Israel dengan garis perbatasan di Iran di bagian barat sekitar 1,000 kilometer, sedangkan Natanz berjarak 600 kilometer dari titik perbatasan terdekat Iran.

Sebelumnya, Humas IRGC merilis statemen menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah menembak jatuh pesawat pengintai nirawak milik Israel sebelum melintas di angkasa instalasi nuklir Natanz.

Statemen itu menyebut tindakan Israel menerbangkan pesawat anti radarnya ke Iran itu kembali membuktikan agresivitas Rezim Zionis Israel serta menambahkan catatan kelamnya terhadap Iran.

TV al-Mayadeen menyebut peristiwa penembak jatuhan pesawat nirawak Israel ini mengandung banyak pesan dari Iran, antara lain ialah bahwa angkasa Iran bukanlah wilayah yang mudah dilanggar, dan bahwa negara Republik Islam ini terus bersaing dengan Israel di berbagai bidang, termasuk teknologi, spionase dan bahkan unjuk kekuatan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL