iran drone RQ-170Teheran, LiputanIslam.com – Angkatan Udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Minggu sore waktu setempat (11/5/2014) memamerkan hasil diplikasi pesawat tanpa awak (drone) Amerika Serikat (AS) jenis RQ-170 yang berhasil dikendalikan dan ditangkap oleh Iran pada tahun 2011.

Menurut laporan FNA Senin (12/5/2014), pesawat siluman itu menjadi salah satu item terpenting dalam pameran yang juga dihadiri oleh PemimpinBesar Revolusi Islam Iran Ayatullah Ali Khamenei. Dilaporkan bahwa melalui kerja keras selama kurun waktu dua tahun para pakar dari korps Angkatan Udara IRGC akhirnya berhasil membuat drone tiruan tersebut.

RQ 170 versi Iran itu juga dinilai sebagai mimpi buruk terbaru bagi AS. Sebab, menurut informasi didapat FNA, drone supercanggih anti radar yang digunakan oleh AS sebagai pesawat pengintai itu justru dimodifikasi oleh IRGC agar dapat digunakan sebagai pesawat pengebom kapal-kapal perang AS.

Dalam kesempatan usai meninjau pameran, Ayatollah Ali Khamenei menilai permusuhan “kubu arogan” dunia terhadap kemerdekaan dan independensi Iran tak lain disebabkan oleh konsistensi bangsa ini kepada Islam dan al-Quran. Dia juga menyebut Barat bodoh ketika ingin membatasi kekuatan misil Iran.

“Islam dan al-Quran mengajak bangsa-bangsa Muslim supaya berdikari dan bertumpu pada jatidiri keislaman, kemanusiaan dan prasangka baiknya kepada Allah Swt serta pantang menyerah di depan kezaliman musuh, penjarah dan pengguna cara kekerasan internasional. Karena itu, ketika bangsa Iran bersikukuh pada Islam, al-Quran dan cita-cita luhurnya, maka permusuhan kubu arogan akan tetap berlanjut,” ujar Khamenei pada kata sambutan di hadapan para petinggi Angkatan Udara IRGC dan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.

“Kubu arogan berusaha memaksa bangsa Iran supaya bertekuk lutut dan mundur, namun mereka tidak mungkin mencapai tujuan ini,” lanjut dia.

Dia juga menyinggung berbagai statemen Barat terkait “keinginan bodoh” mereka untuk membatasi kemampuan rudal Iran.

“Mereka berharap dapat membatasi program rudal Iran di saat mereka selalu memberikan ancaman militer terhadap Iran. Karena itu harapan demikian adalah jelas bodoh dan pandir,” tegas Khamenei.

Dia mengimbau IRGC supaya terus berusaha keras. Dia menuturkan, “Angkatan Udara IRGC harus melanjutkan upaya dan program-programnya dengan penuh kecermatan, dan jangan merasa puas dengan apa yang sudah tercapai sekarang.”

Dalam konteks ini dia menegaskan bahwa Angkatan Udara IRGC harus menggalang produksi dalam jumlah besar. “Ini merupakan satu tugas, semua petinggi militer harus berusaha dalam rangka ini, dan para pejabat pemerintah harus menjadikan dukungan dalam masalah ini sebagai bagian dari tugas utama mereka,” imbaunya.

Menurut Khamenei, Iran tidak boleh berhenti berbuat karena pihak musuh juga terus menggalang kemajuan seiring dengan berbagai kemajuan-kemajuan yang dicapai Iran. “Program harus dibuat sedemikian rupa yang sekiranya dapat mempersempit kesenjangan, dan dalam hal-hal yang kesenjangannya memang sempit kita harus lebih unggul dibanding lawan,” ungkap dia.

Di bagian akhir kata sambutannya dia meminta supaya dalam perjuangan untuk mengaktualisasi segala potensi yang terpendam dalam diri bangsa Iran jangan sampai lupa memohon pertolongan kepada Allah. “Jangan sampai lupa memohon pertolongan dan petunjuk ilahi,” pinta Khamenei.

Rangking ke-7 di Dunia di Bidang Rudal

Sebelumnya, pada acara yang sama Komandan Angkatan Udara IRGC Brigjen Hajizadeh memberikan laporan mengenai keberhasilan koprs ini di bidang rudal, drone, sistem penangkis serangan udara, sistem radar dan pusat-pusat pengendalian komando. Hajizadeh menegaskan, “Para pakar dan ahli dari korps Angkatan Udara IRGC berhasil mengatasi sanksi dan embargo teknologi dan bahkan sekarang kemampuan rudal Iran berada di rangking tertinggi di tingkat regional dan ketujuh di tingkat dunia.”

Dia menambahkan, “pameran yang diselenggarakan hari ini adalah bagian kecil dari kemampuan IRGC dan Iran, dan sedikit saja musuh berbuat kesalahan maka mereka akan mendapatkan ganjaran dan pelajaran yang tak akan terlupakan.” (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL