rudal iran soumarTeheran, LiputanIslam.com – Iran memamerkan rudal baru cruise darat ke darat buatan dalam negeriyang diberi nama “Soumar” . Press TV melaporkan bahwa rudal jelajah dengan akurasi tinggi itu dipamerkan pada sebuah seremoni yang dihadiri oleh para pejabat senior Iran, termasuk Menteri Pertahanan Brigjen Hossein Dehqan, Minggu (8/3/2015).

Pada seremoni itu Dehqan mengatakan bahwa Soumar “memiliki beberapa karakteristik tersendiri dari segi jarak jangkau dan akurasi jika dibandingkan dengan produk-produk sebelumnya.”

Dia menambahkan bahwa raihan baru yang dicapai melalui riset dan inovasi berbasis kebutuhan Angkatan Bersenjata Iran itu “merupakan langkah krusial menuju peningkatan daya pertahanan dan pencegahan negara.”

Dia juga mengatakan bahwa rudal balistik jarak jauh “Qadr” dan “Qiam” juga sudah diserahkan dalam jumlah besar kepada Divisi Ruang Angkasa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pada acara yang sama, Komandan Divisi Ruang Angkasa IRGC Brigjen Amirali Hajizadeh memuji besarnya daya pertahanan negaranya serta menilai sanksi Barat gagal mengusik progresivitas program pertahanan Iran.

Dia juga mengingatkan bahwa Teheran tidak akan sudi berunding dengan Barat mengenai kemampuan pertahanan Iran, termasuk di bidang pengembangan rudal balistik.

Sabtu lalu (7/3/2015) komandan Basis Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya Iran, Brigjen Farzad Esmaili, mengatakan negaranya akan menyingkap sistem pertahanan rudal jarak jauh Talaash-3 yang terkoneksi dengan sistem misil S-200 pada peringatan Hari Angkatan Bersenjata Iran 18 April 2015.

Dalam beberapa tahun ini Iran telah meraih banyak prestasi di sektor pertahanan dan mencapai status mandiri dalam pruduksi alutsista.
Menanggapi kekhawatiran negara-negara Arab Teluk, pemerintah Teheran berulangkali menegaskan bahwa sepak terjang negara republik Islam ini di bidang persenjataan sama sekali bukan untuk mengancam negara manapun, melainkan semata-mata demi pertahanan.

Tak Akan Kirim Pasukan ke Irak

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Firouzabadi menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengirim personil militer ke Irak atau eksis secara militer di Negeri 1001 Malam yang diacak-acak oleh kelompok teroris ISIS tersebut.

“Tentara setiap negara bertanggungjawab atas pertahanan dan menjaga hak-hak negaranya sendiri. Dengan logika yang sama kami menolak kebercokolan Amerika Serikat di Irak. Kami berkeyakinan bahwa tidak bisa opsi militer digunakan dengan dalih kacaunya keamanan dan stabilitas suatu negara,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Alalam.

Mengenai keberadaan jenderal tersohor Iran Qassem Soleimani, Firouzabadi mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh sejawatnya yang menjabat sebagai komandan Pasukan Quds IRGC itu tak lain adalah memberikan nasihat militer di Irak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*