Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh menyatakan bahwa produksi rudal Iran meningkat tiga kali lipat.

Dalam kata sambutannya pada acara Festival Prajurit di Teheran, Rabu (7/3/2018), Hajizadeh menyatakan bahwa pengembangan industri pertahanan di negara ini sekarang semakin termotivasi meskipun barisan musuhnya yang terdiri atas kaum arogan dan imperialis dunia menentangnya dan melakukan berbagai konspirasi untuk merongrong Iran.

“Pemerintah, parlemen, dan semuanya kompak terkait dengan sistem pertahanan, terutama rudal balistik,” katanya.

Dia melanjutkan, “Dulu kita memberikan memberikan penjelasan kepada berbagai lembaga mengenai langkah-langkah  kita, tapi sekarang situasinya berbeda, dan produksi rudal kita sekarang meningkat tiga kali lipat dibanding sebelumnya.”

Dia mengingatkan masyarakat Iran untuk tidak menggubris komentar media musuh mengenai rudal Iran, karena media itu memang memusuhi bangsa Iran sehingga kerap menebar kabar hoax, termasuk bahwa gempa yang melanda sebuah kawasan di Iran adalah akibat ujicoba rudal IRGC.

Dia mengecam undang-undang yang berlaku di dunia dan menyebutnya lebih buruk daripada hukum rimba.

“Hukum rimba stabil, sedangkan hukum internasional ditulis dengan tangan AS, Inggris, Perancis, Zionis dan para arogan lainnya serta dapat berubah kapan saja mereka mau,” ujarnya.

Mengenai AS dia mengatakan bahwa presiden Negeri Paman Sam ini, Donald Trump, bahkan tidak menghargai hukum negaranya sendiri.

Dia juga mengatakan, “AS terus mengembangkan senjata nuklirnya dengan dalih membela kepentingannya, sedangkan Iran tidak boleh memiliki rudal.”

Pernyataan Komandan Angkatan Udara IRGC ini dimuat oleh beberapa laman media Israel, termasuk Haaretz, Times of Israel, dan Jerussalem Post(mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*