Teheran, LiputanIslam.com –  Kepala Badan Tenaga Atom Iran Ali Akbar Salehi mengatakan bahwa Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khameneni telah mengeluarkan instruksi kepada badan ini untuk mempercepat aktivitas nuklirnya dalam kerangka perjanjian nuklir Iran yang dinamai The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

“Kami memandang komitmen kepada janji sebagai prinsip dalam kerja kami, dan kami telah memenuhi janji-janji kami dalam peranjian nuklir… Badan Tenaga Atom Iran berusaha mencapai dua tujuan, yaitu memroduksi listrik dan bahan bakar nuklir,” katanya dalam jumpa pers di Teheran, Selasa (5/6/2018).

Dia menambahkan, “Teknologi nuklir adalah teknologi ganda, dapat digunakan untuk kepentingan damai ataupun kepentingan non-damai. Iran menggunakannya untuk kepentingan damai. Pihak lawan tidak ingin kami menggunakan faktor kuat ini… Republik Islam Iran sudah puas terhadap perjanjian nuklir yang sudah dijalin, dan tidak akan pernah menerima perjanjian yang direduksi.  Kami telah mengambil kesimpulan dari pesan-pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam (Ayatullah Khamenei) bahwa kami tidak akan kembali ke titik pra-perjanjian manakala mereka menguranginya.”

Dia menjelaskann, “Badan Tenaga Atom Iran siap untuk segala skenario, keputusan sudah diambil dan  disampaikan oleh Presiden kepada Badan Tenaga Atom Iran. Badan ini telah memulai aktivitasnya, dan kamipun tidak akan akan menyia-nyiakan waktu… Kami telah menyerahkan surat kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dengan memulai beberapa langkah. Langkah-langkah yang kami ambil sekarang tidak akan menyalahi perjanjian nuklir, dan pabrik uranium yang non-aktif akan dioperasikan lagi, dan ini tidak menyalahi perjanjian nuklir.”

Dia kemudian mengatakan, “Pemimpin Besar Revolusi Islam mengatakan bahwa kami harus memulai infrastruktur untuk membuat 190,000 unit, dan jika kami menghendaki maka akan memroduksi alat sentrifugal baru.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*