Damawan, LiputanIslam.com –  Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami menyatakan pihaknya memiliki pangkalan militer di kawasan yang membentang dari Laut Tengah hingga ke Laut Merah.

Dalam sebuah pertemuan yang bertema “penghormatan kepada para mujahadin di tanah asing” di kota Damawan, Iran, Rabu (7/11/2018), Salami menyebutkan bahwa sekarang banyak negara Islam yang sudah menjadi gelanggang perjuangan melawan kaum mustakbirin dunia dan mengembalikan wibawa umat Islam.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh para tokoh pergerakan dari sejumlah negara, termasuk Bahrain, Yaman, Palestina, Lebanon, dan Nigeria ini, Salami juga menegaskan, “Yaman tidak akan pernah mati, dan sekarang justru sedang mengembalikan identitas sejarahnya. Yaman, Suriah, Lebanon, dan Palestina masih hidup, dan kaum Zionislah yang justru terkepung.”

Dia memastikan Iran telah keluar sebagai pemenang dalam perang yang dipaksakan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Suriah sehingga “kematian menjadi mimpi buruk bagi kaum Zionis setelah Hizbullah dan para pejuang Palestina dipersenjatai.”

“Kaum Zionis sekarang mengetahui bahwa perang yang mereka mulai akan membuat mereka binasa dan musnah,” tegasnya.

Dia melanjutkan, “Kami memiliki pangkalan-pangkalan revolusi Islam di Laut Tengah hingga Laut Merah.”

Mengenai AS dia menyebut negara ini sekarang sudah terpojok dan kekuatannya melemah, sementara kekuatan rudal Iran “kian berkembang pada setiap jarak jelajah yang dibutuhkan, dan dengan presisi yang sangat tinggi.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*