Teheran, LiputanIslam.com –   Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Mohammad Ali Jaafari menegaskan bahwa Iran terlibat perang di Suriah bukan untuk membela Presiden Suriah Bashar Al-Assad, dan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) akan tumbang dalam jangka waktu dua bulan ke depan.

Dalam pertemuan para komandan IRGC di kota Ahwaz, provinsi Khuzestan, di bagian selatan Iran, Rabu (27/9/2017), dia mengatakan, “Iran terlibat dalam perang ini karena memandangnya akan berdampak pada menang atau kalahnya poros resistensi (muqawamah) dan revolusi Islam Iran.”

Dia menambahkan, “Nasib Republik Islam berkaitan dengan perang ini… Sedangkan Presiden Suriah Bashar al-Assad membela revolusi Islam karena berbagai motivasi, termasuk permusuhannya dengan Israel.”

Dia juga menyatakan bahwa Suriah secara geografis juga sangat vital bagi masa depan Iran karena Suriah bersebelahan dengan Palestina dan Irak.

Mengenai kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengatakan bahwa masyarakat dunia akan menyaksikan kebinasaan organisasi para ekstremis takfiri berfaham Wahabi ini dalam jangka waktu dua bulan ke depan. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL