Teheran, LiputanIslam.com –   Pemerintah Teheran mengungkapkan “simpati kepada rakyat” Amerika Serikat (AS) atas tragedi penembakan yang menjatuhkan puluhan korban jiwa dan ratusan korban luka di Las Vegas, AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Behram Qasemi dalam statemennya, Selasa (3/10/2017), mengatakan bahwa Iran, “bersimpati kepada rakyat (AS) dan keluarga korban kejahatan yang tak manusiawi ini.”

Hubungan diplomatik antara Iran dan AS terputus sejak lebih dari 37 tahun silam, dan belakangan ini memburuk bersamaan dengan pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS setelah hubungan keduanya relatif membaik pada masa kepresidenan Barack Obama (2013 – 2017) di AS.

Sikap Iran terkait dengan aksi penembakan di Las Vegas itu kontras dengan sikap Trump saat berkomentar mengenai serangan teror di Teheran, ibu kota Iran, yang menjatuhkan 17 korban jiwa pada Juni lalu. Saat itu dia malah menuding Iran pendukung terorisme dengan mengatakan, “Negara-negara pendukung teroris terancam menjadi korban kejahatan yang mereka dukung.”

Menteri Luar Negeri Iran lantas menanggapinya dengan menyebutkan pernyataan Trump itu “menjijikkan.”

Selasa kemarin korban tewas aksi penembakan di Las Vegas, AS, yang terjadi Minggu lalu bertambah menjadi 59 orang, sementara korban luka menjadi 527 orang. Serangan ini dilakukan oleh seorang pria berusia 64 tahun dengan menggunakan beberapa senapan otomatis terhadap kerumunan orang di lokasi festival musik.

Pelaku bernama Stephen Paddock itu memuntahkan peluru dari jendela kamar hotel di tingkat ke-32, sebelum akhirnya dia bunuh diri. (mm/rayalyoum/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL