Teheran, LiputanIslam.com –   Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Abbas Mousavi, menyatakan belasungkawa atas meninggalnya mantan presiden terguling Mesir, Mohamed Morsi.

Kepada bangsa Mesir, keluarga almarhum serta para rekan dan simpatisannya, Abbas Mousavi menyatakan pihaknya prihatin atas kematian tokoh yang dulu terpilih dalam pemilihan umum pertama setelah kemenangan Gerakan Rakyat Mesir itu.

Mousavi memanjatkan kepada Allah SWT agar almarhum mendapat rahmat darinya, dan yang ditinggal olehnyapun dapat bersabar dan tabah atas musibah ini.

Televisi Mesir, Senin (17/6/2019), melaporkan bahwa Mohamed Morsi meninggal dunia pada usia 67 tahun ketika menghadiri sidang pengadilan atas dakwaan aksi mata-mata untuk kepentingan Qatar.

Sumber-sumber pengadilan menyebutkan bahwa dia meninggal ketika menghadiri sidang pengadilan terhadap 22 terdakwa yang terdiri atas para tokoh dan anggota kelompok Ikhwanul Muslimin (IM). Mordi dan penasehat umum IM Mohamad Badi’ adalah dua terdakwa utama dalam pengadilan atas dakwaan itu.

Baca: Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal, Ikhwanul Muslimin Salahkan Pemerintah

Menurut sumber-sumber tersebut, Morsi semula menghadiri persidangan dalam kondisi yang sepenuhnya bugar, dan saat itu meminta berbicara kepada mahkamah, dan penasehat hukumnya pun, Mohammad Shirin Fahmi, memperkenankannya bicara.

Mereka menambahkan bahwa Morsi berbicara selama 25 menit, tapi kemudian berhenti, kelelahan, dan jatuh pingsan di dalam terali yang mengurungnya di ruang sidang. Ambulan kemudian datang dan melarikannya ke rumah sakit terdekat, tetapi dia lantas meninggal dunia. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*