Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan pihaknya gamang berunding lagi mengenai program nuklir Iran dengan Amerika Serikat (AS).

“Membayangkan berunding nuklir lagi dengan AS saja sudah berbahaya, dan jika kesepakatan ini gagal maka tidak mungkin dicapai kesepakatan lain… Keliru membayangkan Iran akan berunding lagi dengan AS,” katanya dalam wawancara dengan New Yorker di markas PBB, New York, AS, dini hari Kamis (20/7/2019).

Dia beralasan bahwa hal itu berbahaya karena justru hanya akan meningkatkan taraf keinginan masing-masing pihak.

Menurutnya, untuk mencapai kesepakatan yang ada saja sudah sangat pelik sehingga tidak mungkin akan dicapai kesepakatan lain, dan berdialog dengan sejawatnya dari AS hanya akan mungkin terjadi apabila kesepakatan yang sudah dicapai sebelumnya terbukti efektif dan berguna.

“Jika dirasa perlu mengenai pelaksanaan perjanjian ini maka saya tidak menolak pertemuan dan perundingan dengan Rex Tillerson,” lanjutnya.

Hal yang sama juga dia ungkapkan kepada para wartawan AS dengan alasan demi memperkuat tahap-tahap implementasi perjanjian tersebut.

“Jika Iran melihat adanya iktikad baik AS dalam implementasi perjanjian maka perjanjian ini tidak akan menjadi titik akhir, dan bisa menjadi fondasi untuk interaksi antara kedua negara di masa mendatang. Tapi kami belum melihat adanya iktikad baik ini,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, “Iran tidak pernah memohon untuk berunding dengan AS, dan saya tidak membayangkan bahwa ini akan terjadi di masa mendatang.”

Menyinggung ancaman yang pernah dilantarkan Presiden AS Donald Trump di masa kampanye pilpres negara ini bahwa dia akan mencabik perjanjian nuklir Iran, Zarif mengatakan, “Tak jelas apa tujuan yang dicari pemerintahan Trump, tapi saya kira dia menyadari bahwa menyobek perjanjian ini tidak akan diterima oleh khalayak dunia.” (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL