Teheran, LiputanIslam.com –  Otoritas keamanan Iran mulai mengerahkan personilnya dalam jumlah besar di Teheran dan berbagai kota lain, Selasa (2/1/2017), menyusul pernyataan pemerintah untuk menindak “lebih tegas” terhadap “para perusuh” dalam aksi unjuk rasa yang oleh berbagai media disebutkan telah menjatuhkan 22 korban jiwa.

Direktur perwakilan kanal berita Aljazeera di Teheran, Abdul Qadir Faez, melaporkan bahwa polisi dan pasukan anti huru-hara pada Selasa malam telah diterjunkan ke jalan-jalan utama di Teheran dan berbagai kota lain yang dilanda unjuk rasa protes ratusan hingga ribuan massa sejak Kamis pekan lalu.

Menurutnya, hingga Selasa malam tidak tercatat ada korban jatuh dalam demonstrasi yang sebagian besar terjadi di malam hari sejak aksi itu bermula di kota Masyhad Kamis lalu.

Sebelumnya, di provinsi Isfahan telah terjadi insiden berdarah yang menewaskan sembilan orang, satu di antaranya anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang ditembak oleh seorang pria dengan senapan berburu.

Selama lima hari unjuk rasa yang sebagian di antaranya berubah menjadi kerusuhan itu jumlah korban dilaporkan bertambah menjadi 22 orang, tiga di antaranya aparat keamanan, sementara ratusan orang yang terlibat dalam unjuk rasa ditangkap. Wakil Gubernur Teheran mengatakan sebanyak 450 demonstran diringkus dalam tiga hari terakhir.

Selain unjuk rasa protes terhadap pemerintah atas sulitnya kondisi ekonomi, setidaknya juga telah terjadi dua kali unjuk rasa mendukung pemerintah dengan jumlah massa dan titik wilayah yang jauh lebih besar meskipun juga menyerukan perbaikan kondisi ekonomi. (mm/aljazeera/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL