Teheran, LiputanIslam.com –  Menhan Iran Brigjen Amir Hatami mendesak Amerika Serikat (AS) agar memberikan kepada Iran sampel yang diklaim AS sebagai serpihan rudal yang diberikan Iran kepada kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman.

“Pihak musuh melontarkan segala bentuk klaim, tapi Iran perlu dibekali dengan serpihan rudal itu untuk dilakukan pemeriksaan yang memadai terhadapnya,” ungkap Hatami, sembari menegaskan bahwa klaim yang dinyatakan oleh Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, tersebut “sama sekali tidak benar.”

Menhan Iran menambahkan, “Klaim itu tidak bisa ditanggapi tanpa dilakukan penyeledikan yang semestinya, dan Iran akan mengajukan pengaduan kepada PBB soal ini dalam waktu dekat.”

Kamis lalu Haley mengaku pihaknya memiliki bukti bahwa rudal yang digunakan oleh Ansarullah untuk menyerang Riyadh, ibu kota Arab saudi, adalah rudal buatan Iran.

Dalam jumpa pers di Washington dengan latar belakang serpihan rudal dia mengatakan bahwa senjata itu berasal dari Iran, tanpa menjelaskan lokasi penemuan serpihan senjata itu.

Pada 4 Noveber lalu pasukan koalisi pimpinan Saudi mengaku telah mencegat rudal yang diluncurkan Ansarullah ke bandara internasional King Khalid di Riyadh. Koalisi ini menyatakan rudal itu tidak mengena sasaran, tapi pihak Ansarullah memastikannya “tepat mengena sasaran”.

Sejak itu Saudi gencar menyerang Iran dengan tuduhan menyuplai rudal balistik ke Yaman, dan menganggap Iran tak ubahnya “menyatakan perang” terhadap Saudi.

Kemlu Iran membantah tuduhan itu dan menyebutnya “ilusi yang sama sekali tidak benar, dan sepenuh dusta belaka.”

Seperti diketahui, Saudi dan sekutunya yang tergabung dalam koalisi itu melancarkan invasi militer ke Yaman sejak 26 Maret 2015 sampai sekarang dengan dalih membela “pemerintahan yang sah” melawan Ansarullah yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sejumlah provinsi lain sejak 21 September 2014. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*