iran menlu javad zarifTeheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa pencegahan bantuan kepada rakyat Suriah merupakan pelanggaran HAM, namun demikian jangan sampai isu HAM dijadikan alat untuk menekan pemerintah Suriah.

“HAM harus dilihat sebagai tujuan sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan tidak boleh dipandang sebagai alat,”ujar Zarif dalam konferensi pers bersama dengan sejawatnya dari Luxembourg, Jean Asselborn, di Teheran Selasa (3/6/2014).

Mengenai pilpres Suriah, Zarif berharap kepada semua negara agar memandang isu suriah secara realitis, obyektif dan menghindari sikap apriori. Dia mengecam pihak-pihak yang mendukung opsi militer bagi krisis Suriah ketika obsesi mereka sudah buntu di depan keputusan rakyat Suriah.

“Teheran sudah berulangkali menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk mengatasi krisis kemanusian dan regional di Suriah ialah membiarkan rakyatnya menentukan nasibnya sendiri, dan dalam hal ini jelas bahwa kontak-kotak suara merupakan metode terbaik untuk penentuan masa depan negara dan bangsa Suriah,” tegasnya.

Lebih lanjut Menlu Iran menyebut radikalisme dan sektarianisme sebagai bahaya besar bagi kawasan Timur Tengah serta merupakan dua faktor yang saling terkait dan telah mengganggu stabilitas regional dan bahkan mengusik perdamaian dan keamanan global.

“Radikalisme, kekerasan dan sektarianisme harus diperangi hingga ke akar-akarnya, dan semua pihak harus ikut membantu rakyat Suriah membangun kembali negaranya dan memulihkan stabilitas tanah airnya,” ungkap Zarif.

Sementara itu, di Suriah sendiri Tentara Arab Suriah (SAA) dilaporkan sedang mempersiapkan diri untuk merebut kembali desa-desa di provinsi Aleppo. Persiapan ini dilakukan setelah SAA melancarkan operasi masif untuk menjauhkan gerilyawan bersenjata dari jalur Khanaser yang mengarah ke Aleppo.

Sebelumnya, SAA sudah merebut tujuh desa di selatan kota Aleppo dari tangan gerilyawan. Penguasaan atas tujuh desa itu akan memudahkan gerak maju SAA menuju jalur yang menghubungkan Aleppo dengan Damaskus serta menjadi pendahuluan bagi operasi militer selanjutnya untuk membebaskan jalur tersebut dan membersihkannya dari gerilyawan. (mm/alalam/syrianow)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL