Teheran, LiputanIslam.com – Iran mengaku sudah mencium adanya rencana Arab Saudi untuk membunuh pejabat senior Iran.

“Teheran memiliki informasi yang dapat dipercaya tentang hal ini,” kata Zarif dalam wawancara dengan Al-Araby al-Jadeed (berbasis di London), yang dipublikasikan secara penuh hari ini, Selasa (13/11/2018).

Pernyataan ini  merupakan tanggapan atas laporan The New York Times sehari sebelumnya, yang mengungkap adanya  pertemuan di Riyadh pada Maret 2017 yang membicarakan rencana pembunuhan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayjen Qassem Soleimani.

Seperti pernah diberitakan, The New York Times menyebutkan bahwa pertemuan yang berlangsung pada Maret 2017 itu melibatkan para pebisnis yang “memasang rencana senilai $ 2 miliar untuk menggunakan operasi intelijen swasta guna menyabotase ekonomi Iran.”

“Pejabat tinggi intelijen Saudi yang dekat dengan Putra Mahkota Mohamed bin Salman pada tahun lalu menanyakan kepada sekelompok kecil pengusaha ihwal penggunaaan perusahaan swasta untuk membunuh musuh-musuh Kerajaan (Saudi),” tulis NYT.

Pertemuan itu terjadi ketika bin Salman mengkonsolidasikan kekuasaannya di Kerajaan, dan laporan itu menyimpulkan bahwa rencana pembunuhan, seperti yang dilakukan terhadap jurnalis pembangkang Khashoggi, dimulai “sejak awal naiknya Pangeran Muhamed.”

Zarif kemudian mencontohkan kekejaman lain pemerintah Saudi, termasuk tindakannya mensponsori terorisme, menginvasi Yaman, memblokade Qatar, dan menculik Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri.

“Seluruh dunia telah membuka mata terhadap apa yang dilakukan Riyadh seperti memblokade Qatar, membom Yaman, menahan perdana menteri Libanon dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi,” katanya. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*