Teheran, LiputanIslam.com –   Panglima Pasukan Dirgantara Korps Garda Recolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh menyatakan negaranya memiliki  “father of all bomb” (bapak semua bom) buatan dalam negeri seberat 10 ton yang “mengerdilkan” bom terkuat non-nulklir milik Amerika Serikat (AS), “mother of all bomb.”

“Menyusul adanya proposal Pasukan Dirgantara IRGC, Industri Pertahanan (Iran) memproduksi bom 10 ton. Bom-bom ini ada pada kita,  dapat diluncurkan dari pesawat Ilyushin dan sangat merusak, ” ungkap Hajizedeh dalam  wawancara  televisi,  Jumat (15/9/2017).

Dia menyebut bom ini “father of all bomb” (FOAB) sebagai perbandingan dengan bom GBU-43 / B Massive atau “mother of all bomb  [MOAB]” (induk segala bom) yang pernah diledakkan oleh Angkatan Udara AS pada terowongan di provinsi Nangarhar Afghanistan dari pesawat MC-130 pada  April lalu.

MOAB memiliki berat sekira 22.000 pound (9.800 kg), dan disebut-sebut sebagai senjata non-nuklir paling kuat yang pernah dirancang selama ini.  Senjata ini dikembangkan selama perang AS di Irak dan dimaksudkan untuk menargetkan area di bawah permukaan yang luas.

Iran telah berulang kali menegaskan kemampuan militernya semata-mata untuk tujuan pertahanan dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain. Iran juga telah membantu  negara-negara sekutunya, termasuk Irak dan Suriah, dalam perang melawan terorisme.

Pada Juni lalu IRGC menembakkan enam rudal balistik jarak menengah terhadap posisi-posisi ISIS di provinsi Deir Ezzor, Suriah,  sebagai balasan atas serangan kelompok teroris tak firi tersebut yang menewaskan 18 orang pada 7 Juni lalu.

Ancam  Israel

Panglima baru Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Abdolrahim Mosavi mengancam akan membuat kota Tel Aviv dan Haifa di Israel (Palestina pendudukan 1948)  rata dengan tanah jika rezim zionis ilegal ini “bertindak bodoh” terhadap Iran.  Dia juga menyatakan bahwa umur Israel tidak lebih dari 25 tahun lagi.

“Belakangan ini salah seorang gembong Zionis (Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu) telah berbicara tanpa perhitungan mengenai keberadaan (militer) Iran di Suriah, karena itu saya harus meresponnya dengan dua kalimat.  Pertama, pernyatan kami bahwa kalian tidak akan melihat lagi Rezim Zionis pada 25 lagi bukan berarti bahwa umur entitas ini akan genap 25 lagi. Kedua, hal ini bergantung pada pepatah masyhur bahwa jika mereka bertindak bodoh terhadap kami maka Tel Aviv dan Haifa akan rata dengan tanah,” ancamnya.

Dia menambahkan, “Kami belum dan tidak akan pernah melupakan kejahatan-kejahatan rezim terlaknat ini.  Mereka harus menganggukkan kepalanya dan menghitung usianya. Jika entitas Zionis ini bertindak bodoh maka opsi akan ada di tangan Iran untuk bertindakan secepat kilat menyudahi kesempatan 25 tahun.” (mm/presstv/alalam)  

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL