Iran not accept Geneva I communiqué: FM spokeswomanTeheran, LiputanIslam.com – Pemerintah Republik Islam Iran menentang keras intervensi militer Amerika Serikat (AS) di Irak. Kepada wartawan di Teheran Ahad (15/6/2014) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Marziyeh Afkham mengatakan, “Kami menentang keras campurtangan militer AS di Irak.”

Dia menyatakan negaranya terus mamantau dengan cermat perkembangan situasi di Irak dan menilai kekacauan di Irak tidak lepas dari ulah sebagian negara setelah melihat hasil pemilu Irak.

“Serangan para teroris ke Irak terjadi ketika rakyat Irak meraih kemenangan besar dalam pemilu parlemen. Ada sebagian negara tertuntu yang tidak tahan menyaksikan peristiwa penting ini,” ungkap Afkham.

“Tak syak lagi,” lanjutnya, “berbagai peristiwa yang sedang terjadi sekarang berkaitan dengan tujuan untuk mempengaruhi dan menciptakan perubahan dalam proses politik Irak. Ada indikasi-indikasi yang menunjukkan bahwa AS bermaksud menyalahgunakan kondisi konteporer Irak dan mengacaukan hasil pemilu. Pihak-pihak yang telibat di balik kacaunya keamanan di Irak tentu tidak bisa diharap memberikan bantuan. Karena itu Republik Islam Irak menentas keras intervensi militer AS di Irak.”

Juru Bicara Kemlu Iran mengingatkan bahaya penggunaan terorisme sebagai alat kepentingan. Dia juga mengingatkan kepada khalayak internasional supaya mendukung perjuangan pemerintah Irak menumpas terorisme para ekstrimis dan kaum takfiri. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL