Dezful, LiputanIslam.com –  Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh menyatakan bahwa IRGC telah membangun pabrik rudal balistik ke-3 di bawah tanah.

Dalam sebuah acara peringatan perang Iran – Irak 1980 – 1989 di kota Dezful, Iran selatan, Kamis (25/5/2017), dia menyebut perang ini bukan semata perang Iran melawan pasukan  rezim diktator mendiang Saddam Hossein, melainkan juga melawan semua kekuatan raksasa dunia Amerika Serikat (AS), Uni Soviet, Eropa serta rezim-rezim konservatif Arab.

Lebih lanjut dia menyinggung perkembangan industri rudal di negaranya.

“Dewasa ini sudah dilakukan persiapan, keputusan, dan pembuatan semua bahan dasar dalam pembuatan kerangka rudal, bahan bakar, dan komponen lainnya… Kita terus memperkuat kemampuan rudal kita, dan sudah sewajarnya musuh-musuh kita, AS dan Israel, gusar terhadap industri dan kemampuan rudal kita, demikian pula terhadap tindakan kita membangun kota-kota rudal bawah tanah, sebab mereka ingin bangsa Iran lemah, ” ungkapnya.

Dia kemudian menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini IRGC  telah membangun pabrik ke-3 di bawah tanah untuk produksi rudal.

“Bersama industri-industri yang ada dan bersama Kementerian Pertahanan kita akan terus mengembangkan kemampuan rudal kita dan tidak akan peduli kepada ketakutan yang dirasakan oleh para pengusaha AS,” tuturnya.

Dia mengatakan bahwa rudal balistik baru darat ke darat yang sedang dibuat oleh Iran akan diberi nama “Dezful.”

Menyinggung transaksi senjata Arab Saudi dengan AS senilai 110 miliar USD, Hajizadeh mengatakan, “Hal ini sama sekali tidak membuat kami terperanjat, dan kami yakin bahwa senjata-senjata ini di masa depan akan terpakai untuk mengganyang Rezim Zionis (Israel).”  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL