Teheran, LiputanIslam.com –   Sehari setelah penyelenggaraan referendum disintegrasi Kurdistan Irak, Iran, Selasa (26/9/2017), menyatakan pihaknya telah menyebar sistem anti rudal baru di perbatasan barat negara ini dengan Irak dan wilayah Kurdistan.

Bersamaan dengan ini Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami mengatakan negaranya berharap pesan Iran bisa sampai dengan baik kepada para pemimpin Kurdistan setelah Iran menerapkan boikot udaranya terhadap Kurdistan.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Turki untuk Iran di Teheran, Menteri Pertahanan Iran mengatakan negaranya menolak tindakan apapun yang dapat mengubah dan memecah perbatasan geografis di kawasan sekitarnya.

Penasehat pemimpin besar Iran urusan internasional Ali Akbar Velayati menyerukan kepada pemimpin Kurdistan Masoud Barzani supaya mengabaikan referendum. Dia mengingatkan bahwa bangsa Irak menolaknya mentah-mentah referendum ini, dan bahwa Iran dan Turki juga akan bertindak dan tidak akan tinggal diam di depan pemisahan diri Kurdistan dari Irak.

Velayati menyebut referendum ini ilegal, tak bernilai, menjadi awal kejatuhan Barzani, dan menggiring kawasan kepada kekacauan.

Dia bahkan menyebut Barzani “pedang Zionis” untuk mencincang negara-negara Islam, dan menuding Amerika Serikat, Inggris, dan Israel berada di balik referendum Kurdistan.

Teheran sejak awal menentang referendum tersebut jauh sebelum dilaksanakan serta mengancam menutup perbatasan darat, dan mencabut semua kesepakatannya dengan Kurdistan jika wilayah ini menyempal dari Irak.

Sementara itu, jubir pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi Ahmad al-Asadi menyatakan bahwa pasukan ini tidak akan membiarkan kesatuan Irak terancam perpecahan.

“Al-Hashd al-Shaabi telah membela Arbil, melindungi semua pihak minoritas, dan membebaskan daerah mereka,” ungkap al-Asadi, Selasa.

Dia menambahkan bahwa pasukan relawan yang berperan besar dalam penumpasan ISIS di Irak ini menolak keras “referendum ilegal” Kurdistan.

“Kami memandang al-Hashd al-Shaabi sebagai pelengkap bagi pasukan keamanan dan akan membela Irak dan kesatuan wilayah,” pungkas al-Asadi. (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL