Teheran, LiputanIslam.com – Kementerian Luar Negeri Iran mengecam Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain karena tiga negara Arab Teluk Persia ini mendukung sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap sektor perminyakan Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, Kamis (25/4/2019), dalam sebuah statemennya  menegaskan bahwa Arab Saudi, UEA dan Bahrain mendukung sanksi sepihak AS tanpa mengetahui konsekuensi dari dukungan ini.

Mousavi mengingatkan bahwa Teheran tidak akan mengizinkan negara mana pun menggantikan posisi Iran di pasar minyak, dan AS serta negara-negara Arab Teluk itu akan bertanggung jawab atas semua konsekuensi yang mungkin terjadi.

Pada Senin lalu AS memutuskan bahwa pada 2 Mei mendatang   tidak akan memperpanjang pengecualian yang pada Desember 1998 telah diberikan AS kepada delapan negara dunia terkait dengan impor minyak Iran.

Menanggapi keputusan AS ini Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Chavusoglu Senin lalu mengatakan bahwa usulan AS untuk pembelian minyak dari negara lain sebagai pengganti Iran merupakan usulan yang melampaui batas, dan karena itu Turki menentangnya.

Chavusoglu menambahkan bahwa Turki sejak awal sudah menekankan bahwa tindakan AS sedemikian rupa tidak benar, merugikan rakyat Iran, dan tergolong sangat berbahaya bagi stabilitas dan keamanan kawasan.

Pada 5 November 2018, Washington meluncurkan paket sanksi yang mencakup industri minyak Iran dan pembayaran luar negeri, yang memengaruhi produksi dan ekspor minyak mentah.

Washington memberikan pengecualian untuk sementara waktu kepada Turki, Cina, India, Italia, Yunani, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Kementerian Luar Negeri Iran juga mengkritik Arab Saudi karena telah mengeksekusi 37 warga Saudi pada Selasa lalu, dan menuduh Riyadh menempuh kebijakan provokatif dengan dukungan AS. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*