saudi-iran-mapBeirut, LiputanIslam.com – Seorang diplomat di Oman yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa belum lama ini sebuah pesan dari pemerintah Iran telah disampaikan kepada “para ekstrimis rezim Arab Saudi” berisikan peringatan bahwa Teheran tidak akan pernah membiarkan sepak terjang Riyadh untuk merealisasikan ambisinya di Suriah.

“Dengan harga apapun Iran tidak akan membiarkan Saudi mencapai tujuannya di Suriah, termasuk Aleppo,” ungkap diplomat itu, sebagaimana dilansir laman Athabat yang berbasis di Lebanon, dan dikutip FNA milik Iran, Kamis (11/08/2016).

Laman itu melaporkan bahwa Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) Jenderal Joseph Dunford awal bulan ini telah berkunjung ke Turki untuk mengadakan pembicaraan mengenai upaya memecah kepungan pasukan Suriah dan sekutunya terhadap Aleppo.

Menurut laporan ini, upaya pemecahan kepungan itu dikelola oleh dinas rahasia AS dan Turki, namun mantan kepala dinas rahasia Inggris MI6 Richard Dearlove mengatakan bahwa serangan ke selatan Aleppo tidak membuah hasil yang memungkinkan untuk melancarkan operasi signifikan.

Disebutkan pula bahwa Arab Saudi telah menyuplai senjata secara besar-besaran kepada aliansi teroris dan pemberontak Jaish al-Fath, dan suplai ini bahkan ditangani langsung Menteri Pertahanan Arab Saudi Mohammad bin Salman.

Belum lama ini aktivis medsos kondang Saudi pengguna akun Twitter Mujtahidd juga mengungkapkan bahwa Bin Salman mendapat dukungan dari AS dalam perang di Aleppo belakangan ini.

Lebih lanjut Athabat menyebutkan bahwa menurut media Rusia tak lama lagi akan terjadi “gempa” pada aliansi Jaish al-Fath di markas mereka di Idlib. Anggota utama aliansi ini adalah Front al-Nusra yang belakangan berganti nama menjadi Front Fath al-Syam.

Ketika semua perhatian tersorot ke Aleppo, tentara Suriah justru juga bermaksud melepaskan pukulan telak terhadap Jaish al-Fath di utara Latakia. Buktinya, ketika aliansi ini mengerahkan banyak pasukan dan komandannya ke selatan Aleppo, tentara Suriah tiba-tiba merebut distrik strategis Kinsabba sehingga mereka praktis sudah berada di perbatasan provinsi Latakia.

Menurut Athabat, untuk serangan militan di selatan Aleppo, Turki menyerahkan sebanyak 250 tank dan rudal pemburu panas kepada Jaish al-Fath, sementara AS juga mengerahkan satelit-satelitnya untuk memberikan dukunga informasi geografis dan cuaca.

Di bagian akhir Athabat menyebutkan bahwa Sekjen Hizbullah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah akan memberikan statemen penting mengenai Suriah dan Lebanon pada momen peringatan ke-10 perang Hizbullah – Israel selama 33 hari pada tahun 2006. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL