Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif mengingatkan Amerika Serikat (AS) supaya tidak mencari-cari “dalih” untuk membangkitkan “ketegangan baru” mengenai proyek rudal balistik Iran.

Dalam konferensi pers bersama sejawatnya dari Perancis,  Jean-Marc Ayrault, di Teheran, Selasa (31/1/2017), Zarif mengatakan, “Kami berharap masalah program pertahanan Iran tidak dijadikan dalih untuk membangkitkan ketegangan baru.”

Dia menambahkan bahwa masalah ujicoba rudal balistik Iran bukan bagian dari perjanjian nuklir negara ini dengan negara-negara besar dunia.

Tanpa mengomentari tudingan AS bahwa Iran mengujicoba rudal Ahad lalu, Zarif memastikan negaranya tidak akan pernah menggunakan rudal untuk mengagresi negara lain.

“Rudal bukan bagian dari kesepakatan nuklir. Iran selamanya tidak akan pernah menggunakan rudal-rudal yang dibuat di Iran untuk menyerang negara lain… Rudal Iran dibuat bukan untuk membawa hulu ledak nuklir,” tegasnya.

Di pihak lain, pada konferensi pers yang sama, Menlu Perancis mengaku telah mengemukakan kekhawatiran negaranya terhadap rudal balistik Iran. Perancis menilai rudal ini mengusik kepercayaan khalayak internasional terhadap Iran serta menyalahi resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov menyatakan ujicoba rudal Iran bukanlah pelanggaran terhadap resolusi PBB mengenai program nuklir Iran.

Seperti dikutip Interfax milik Rusia, Selasa, dia menyatakan bahwa seruan untuk sidang khusus Dewan Keamanan PBB merupakan “upaya membangkitkan sikap terhadap program nuklir Iran, dan menggunakannya untuk tujuan politik.”

Juga di hari yang sama, ketua parlemen Iran Ali Larijani menyatakan Iran kini menjadi negara terdepan dalam perang melawan terorisme di Timteng, dan masih dapat mempertahankan sains nuklirnya pasca perjanjian nuklir.

“Sedangkan negara-negara besar hanya cukup mengeluarkan pernyataan perang melawan terorisme… Hanya di atas kertas… Iran berhasil meraih teknologi rudal, dan kini menjadi kekuatan besar di kawasan,” lanjutnya.

Sabtu lalu Badan Tenaga Atom Iran merilis pernyataan bahwa Iran telah memulai “tahap penting” riset pengembangan mesin-mesin sentrifugal mutakhir.

“Keberhasilan ini tercapai di tangan para ilmuwan dan ahli badan ini bersamaa dengan peringatan kemenangan revolusi Islam, dan dalam rangka melanjutkan aktivitas program nuklir Iran untuk tujuan damai,” bunyi pernyataan itu. (mm/raialyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL