Teheran, LiputanIslam.com – Iran menggelar latihan perang angkatan lautnya sejak hari ini, Jumat (22/2/2019), hingga tiga hari di kawasan yang luas antara Teluk Persia dan Samudra Hindia dan mencakup rute sensitif pelayaran internasional.

“Latihan itu akan dilakukan di perairan Selat Hormuz, Laut Oman, dan Samudra India utara di area seluas 2 juta kilometer persegi dan akan berlangsung selama tiga hari,” ungkap Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Hussein Khanzadi, Kamis (21/2/2019).

Dia menambahkan bahwa latihan perang ini bertujuan mengevaluasi “senjata, peralatan dan personil” untuk “kesiapan untuk pertempuran yang sesungguhnya.”

Selat Hormuz merupakan kawasan vital bagi pasokan energi global, dan sepertiga dari minyak yang diangkut melalui laut setiap hari melintas di kawasan ini.

Latihan perang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Iran dengan Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).  AS adalah negara yang telah menarik diri dari perjanjian nuklir Iran dengan beberapa negara terkemuka dunia dan kemudian memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.

Selat Hormuz juga merupakan rute internasional yang secara rutin dilintasi oleh pasukan AS.

Khanzadi mengatakan bahwa latihan perang bersandi “Wilayat 97” itu akan melibatkan kapal selam Iran, kapal perang, helikopter, pesawat tempur, dan rudal yang akan ditembakkan dari kapal.  (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*