NewYork, LiputanIslam.com –  Republik Islam Irak mengajak negara-negara Arab jirannya di kawasan Teluk Persia berdialog mengenai keamanan regional dan menyudahi “ilusi dominasi” yang telah menyulut peperangan yang menghancurkan.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam sidang PBB di NewYork, AS, Selasa (24/4/2018), mengenai upaya penegakan perdamaian permanen mengusulkan pembentukan “forum dialog regional.”

“Dari sini kami mengajak negara-negara jiran kami di jalur perairan yang telah menjadi saksi banyak peperangan ini agar bergabung dengan kami dalam upaya ini,” ujarnya.

Mengenai tudingan bahwa Iran ingin berdominasi di Timteng, Zarif menegaskan bahwa “pengedepanan ilusi dominasi” telah menimbulkan banyak konflik, dan karena itu sudah seharusnya “sekarang beralih kepada pola baru yang berkonsentrasi pada pemersatuan kekuatan kita daripada masing-masing kita berusaha menjadi yang terkuat di kawasan.”

Menlu Iran memastikan bahwa negaranya maupun Arab Saudi sama-sama tidak mungkin dapat berdominasi atas kawasan Timteng, dan Iran alih-alih bermaksud “mengekspor revolusi” justru selalu mendapat ancaman dari AS.

Zarif kembali menegaskan dukungan Iran kepada solusi politik di Suriah dan Yaman. Menurutnya, Iran sudah mengupayakan gencatan senjata di Yaman, tapi negara-negara Arab sekutu AS malah bersikap arogan dengan bersumber akan dapat mengalahkan lawannya di Yaman dalam jangka waktu tiga minggu.

“Kita hidup di kawasan yang rawan berbagai krisis akibat kebingungan dalam aneka persoalan. Saudi hendak mengesankan bahwa Iran adalah ancaman baginya. Karena itu kami mengusulkan pelaksanaan dialog regional sesuai prinsip-prinsip tertentu semisal sikap saling menghormati kedaulatan dan tidak mencampuri urusan internal,” paparnya.

Mengenai belanja senjata secara besar-besaran seperti yang dilakukan Saudi dia mengatakan, “Kita membutuhkan kepercayaan satu sama lain. Keamanan tak dapat dibeli, dan belanja senjata jutaan US$ tidak akan mewujudkan keamanan. Sebagian negara jiran berlomba memborong senjata AS untuk menjamin perlindungannya sembari melupakan betapa keamanan tidaklah dapat dibeli.” (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL