iran-turki erdogan dan zarifAnkara LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerima kedatangan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif di Ankra, ibu kota Turki, Jumat (12/8/2016).

Tanpa memberikan keterangan lebih detail, sumber kantor kepresidenan Turki menyatakan Erdogan menerima kedatangan Zarif di Komplek Kepresidenan dan keduanya lantas mengadakan pembicaraan tertutup selama sekitar tiga jam.

Zarif melakukan lawatan resmi ke Turki untuk membahas hubungan bilateral sekaligus membicarakan berbagai isu regional dan internasional yang menjadi obyek perhatian bersama, khususnya krisis Suriah.

Sebelum menemui Erdogan, begitu tiba di Ankara Zarif mengadakan pertemuan dengan sejawatnya Mevlut Cavusoglu dan kemudian menggelar konferensi pers bersama di mana keduanya menyatakan bahwa Teheran dan Ankara sepakat mengenai keharusan menjaga integritas  teritorial Suriah.

Dalam konferensi pers itu Cavusoglu mengatakan negaranya akan bekerjasama dengan Iran secara lebih optimal di masa mendatang terkait dengan krisis Suriah.

“Kami telah bertukar pendapat untuk kesekian kalinya dengan pihak Iran mengenai Suriah, dan melalui tahap mendatang kami akan bekerja untuk penjadwalan isu-isu ini dalam kerangka kerjasama yang lebih erat. Ada isu-isu yang sudah kami sepakati, termasuk integritas teritorial Suriah, sebagaimana pendapat kami juga berbeda mengenai beberapa isu lain, tanpa ada pemutusan kanal-kanal dialog dan pertukaran pendapat, terutama karena sejak awal kami sudah menekankan pentingnya peranan konstruktif Iran demi pencapaian solusi permanen di Suriah,” papar Menlu Turki, seperti dilansir Rai al-Youm.

Dia juga mengatakan bahwa keamanan dan stabilitas Iran adalah bagian dari keamanan dan stabilitas Turki, dan Turki menyadari bahwa Iran juga demikian dalam memandang keamanan dan stabilitas Turki, sehingga keduanya sama-sama menekankan pentingnya kerjasama keamanan bilateral serta keharusan upaya kolektif penumpasan kelompok-kelompok teroris.

Atas nama rakyat dan pemerintah Turki, Cavusoglu menyampaikan apresiasinya kepada Iran karena Teheran merupakan pihak yang terdepan dalam mendukung pemerintah Turki di depan upaya kudeta gagal.

Di pihak lain, Menlu Iran juga menyatakan adanya beberapa titik persamaan maupun perbedaan pendapat antara kedua negara, dan dia mengaku optimis bahwa keduanya masih dapat mendekatkan pendapat mengenai Suriah.

“Kami sependapat mengenai integritas teritorial Suriah dan penumpasan teroris di wilayah Turki,… dan masih dapat diupayakan pendekatan pendapat kedua negara dalam tarik ulur isu Suriah melalui intensivikasi pertemuan,” tutur Zarif.

Dia memastikan bahwa semua pihak sama-sama menghendaki perdamaian di Suriah dan pembasmian terorisme, dan Iran “membawa ide dan pertimbangan yang sama dengan Turki dalam penumpasan terorisme.”

Pada kesempatan yang sama Zarif juga menyatakan negaranya menyambut baik rekonsiliasi Turki dengan Rusia, dan menyerukan kerjasama dan diskusi antara Iran, Rusia dan Turki sebagai tiga kekuatan yang berpengaruh di kawasan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL